Logo Header Antaranews Kepri

Karudenim: Sebaiknya Imigran Tinggal di Pulau

Senin, 9 Februari 2015 19:19 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sebaiknya Indonesia menetapkan salah satu pulau sebagai tempat tinggal imigran pencari suaka sebab jumlahnya semakin banyak, kata Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Karudenim) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Surya Pranata.

"Saya menyarankan, sudah saatnya Indonesia menyediakan pulau yang representatif untuk tempat tinggal para imigran pencari suaka tersebut. Sebab berdasarkan data organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberikan perlindungan dan bantuan kepada pengungsi dunia (UNHCR) jumlah imigran mencapai 12.272 orang," kata Surya Pranata di Rudenim Tanjungpinang, Senin.

Menurut dia, jumlah imigran yang terdata di Imigrasi jauh lebih sedikit dibanding data dari UNHCR. Kemungkinan seluruh imigran yang datang ke Indonesia melapor ke UNHCR sebelum mereka ditangkap atau menyerahkan diri kepada petugas Imigrasi.

Imigran yang berkeliaran tersebut dapat menimbulkan permasalahan sosial, seperti mereka menjadi pekerja seks komersial dan nikah dengan wanita Indonesia.

"Ada banyak kasus yang dilakukan imigran pencari suaka. Baru-baru ini ditangkap imigran yang menjadi pekerja seks komersial di Riau," ujarnya.

Dari permasalahan itu, kata dia Pemerintah Indonesia sebaiknya mulai memikirkan bagaimana cara mengendalikan imigran pencari suaka tersebut. Salah satu cara yang efektif, membangun tempat tinggal mereka di pulau.

Pembangunan di pulau yang ditetapkan sebagai tempat penampungan imigran yang berasal dari berbagai negara yang sedang berkonflik itu, lanjutnya dibiayai oleh negara-negara maju.

Di pulau itu akan disiagakan petugas dari berbagai institusi, seperti polisi, TNI AL, Imigrasi, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri.

"Daripada kehadiran mereka mengganggu negara-negara maju tersebut, kan lebih baik negara-negara maju membantu pembangunan tempat tinggal para imigran," ujarnya.

Surya mengatakan Australia sejak 1 Juli 2014 sudah tidak mau lagi menampung imigran pencari suaka. Padahal para imigran tersebut ingin tinggal di Pulau Chrismas, Australia.

"Indonesia itu dijadikan sebagai negara transit, dengan tujuan Australia," katanya.

Negara yang sampai sekarang masih mau menampung imigran pencari suaka, Jerman, Swedia, Amerika dan Kanada. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026