Logo Header Antaranews Kepri

Polisi Tangkap Pimpinan Geng Motor Batam

Jumat, 13 Februari 2015 17:18 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Polsek Nongsa Kota Batam mengamankan, MA alias Mamat (16) , ketua geng motor Bobernex (Bocah Brutall Nekat) yang juga merupakan buronan kasus pencurian saat bersembunyi di hutan kawasan Tanjung Bemban Batam.

"Kami sempat melakukan pengejaran saat penangkapan pada Selasa (10/2) petang sebelum akhirnya Mamat menyerah. Selain ketua geng motor, dia juga buronan dalam kasus pencurian serta perampokan," kata Kapolsek Nongsa Kompol Artur Sitindaon di Batam, Jumat.

Artur mengatakan, Mamat sudah sekitar dua minggu sejak ditetapkan sebagai buronan bersembunyi di hutan menghindari pengejaran petugas.

"Setelah mendirikan geng motor dengan puluhan anggota yang rata-rata masih dibawah umur. Mamat juga melakukan sejumlah pencurian termasuk dengan kekerasan," kata dia.

Artur mengatakan, pada Minggu (1/2) dini hari dalam sebuah operasi di Kawasan Batubesar, Nongsa sudah mengamankan 16 remaja anggota Geng Motor Bobernex yang tengah nongkrong sambil mabuk-mabukan.

Dua di antara anggota geng motor tersebut membawa senjata tajam. satu diantara yang diamankan masih pelajar kelas 1 SMA.

Bersama ke-16 remaja yang diamankan tersebut, turut disita 13 motor berbagai merek, delapan benda tajam menyerupai keris dengan dua alat pelontar berupa ketapel yang dimodifikasi khusus, satu besi yang diasah, satu knuckle (alat dari besi yang digunakan pada jaritangan untuk memukul) dan sejumlah botol dan sisa minuman keras.

"Benda-benda tersebut dibawa dua orang atas nama A dan Y yang merupakan anggota geng motor bocah berutal nakad (bobernex). Keduanya sudah dibuatkan laporan polisi. Karena membawa senjata tajam, keduanya dikenakan UU Darurat Tahun 1951 dengan ancaman 12 tahun penjara," kata dia.

Sementara itu, untuk 14 orang remaja lainnya hanya dikenakan pembinaan karena saat ditangkap tidak ditemukan senjata tajam atau tidak tengah melakukan kejahatan.

Artur mengatakan, banyak kasus kejahatan jalanan seperti jambret, penodongan, penganiayaan yang dilakukan anak-anak anggota geng motor yang tidak jarang masih berstatus pelajar.

"Dengan pembinaan dan tindakan tegas kami harapkan kejahatan jalanan akan berkurang. Sesuai dengan instruksi institusi, seluruh geng motor akan ditindak tegas," kata dia.

Kapolda Kepri, Brigjen Pol Arman Depari sebelumnya mengatakan pelajar yang terlibat geng motor juga akan dipidanakan.

"Pelajar yang terlibat juga akan dipidanakan untuk memberikan efek jera. Apalagi yang sudah terlibat dalam tindak kejahatan," kata dia.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin dan Wali Kota Batam telah membentuk tim khusus untuk menangani geng motor yang sudah sering berbuat onar dan meresahkan masyarakat. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026