
Organda: Kenaikan BBM Tidak Pengaruhi Tarif Angkot

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Kenaikan harga bahan bakar minyak sebesar Rp200 per liter tidak mempengaruhi tarif angkutan darat dalam kota, kata Sekretaris Organisasi Angkutan Darat Kepulauan Riau Syaiful di Tanjungpinang, Senin.
"Kami tidak akan mendesak pemerintah untuk menaikkan tarif angkot dalam kota untuk sementara ini. Kami bertahan dengan harga yang lama," ujarnya.
Dia mengatakan tarif angkot dalam kota, seperti di Tanjungpinang tetap bertahan Rp4.000. Perubahan tarif angkot dalam waktu singkat kemungkinan tidak dapat diterima masyarakat.
"Tidak baik kalau tarif angkot tidak stabil. Ini akan meresahkan masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, perubahan tarif angkot akan mempengaruhi jumlah penumpang. Bila tarif naik, penumpang akan mencari alternatif lain dengan tidak menggunakan angkot.
Pengusaha angkot juga tidak akan mendesak tarif angkot dinaikan pemerintah bila jumlah penumpang angkot dalam satu trip bisa mencapai 7-9 orang. Kondisi sekarang berbeda, tarif angkot tidak naik, tetapi jumlah penumpang tidak mencapai 5 orang.
"Pengusaha angkot menghadapi situasi yang dilematis, bila tarif naik, angkot menjadi sepi penumpang," katanya.
Syaiful menegaskan kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah saat ini tidak terlalu mempengaruhi pengusaha angkutan umum. Namun pemerintah harus menjaga stabilitas harga suku cadang kendaraan dan harga sembako.
Kenaikan harga suku cadang lebih mempengaruhi kenaikan tarif angkot dibanding kenaikan harga BBM. Bila harga suku cadang meningkat, Organda akan mendesak pemerintah untuk menaikkan tarif angkot.
"Kami berharap pemerintah daerah mengawasi perdagangan suku cadang kendaraan dan juga harga sembako," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
