Logo Header Antaranews Kepri

Pengguna Elpiji 12 Kg Batam Menurun

Rabu, 4 Maret 2015 16:21 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Jumlah pengguna elpiji nonsubsidi 12 kg di Kota Batam Kepulauan Riau berkurang dan diduga beralih ke elpiji subsidi 3 kg, setelah harga bahan bakar itu naik beberapa hari yang lalu.

"Dari data Pertamina pada Februari, jumlah pengguna elpiji tabung 12 kg mengalami penurunan," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Rabu.

Menurut dia, jumlah penurunan pengguna elpiji nonsubsidi 12 kg tidak signifikan, meski ia tidak menyebutkan angka pengurangan secara detail.

Ia mengatakan khawatir, jika jumlah pengguna elpiji nonsubsidi 12 kg banyak yang bermigrasi ke elpiji subsidi 3 kg, maka pasokan bahan bakar itu tidak akan cukup.

"Yang kami khawatirkan banyak masyarakat yang bermigrasi dari tabung 12 kg ke 3 kg, apalagi setelah tiga kali kenaikan harga elpiji 12 kg," kata Kepala Dinas.

Pemerintah akan terus memantau jumlah penggunaan elpiji subsidi 3 kg agar dapat mengantisipasi bila ada potensi kelangkaan.

Hingga saat ini, ia memastikan tidak ada kelangkaan elpiji subsidi 3 kg di seluruh kota.

Harga elpiji 3 kg juga diperkirakan tidak akan naik dalam waktu dekat, menyusul kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kg.

PT Pertamina (Persero) memutuskan kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram senilai Rp5.000, yakni dari Rp129.000 sejak 19 Januari menjadi Rp134.000 mulai 1 Maret 2015.

Pertimbangan kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kg sesuai dengan patokan kontrak (contract price/CP) Aramco, mengingat per 1 Januari 2015 Pertamina membuat kebijakan untuk mengevaluasi harga elpiji nonsubsidi 12 kg dalam periode tertentu tergantung fluktuasi harga CP Aramco dan kurs. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026