Logo Header Antaranews Kepri

Karimun Diusulkan Jadi Pusat Perdagangan Kerajinan Nusantara

Sabtu, 7 Maret 2015 19:53 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau diusulkan menjadi pusat perdagangan barang-barang hasil kerajinan nusantara.

"Kalau Batam ditetapkan sebagai pusat MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition), maka Karimun cocok dijadikan pusat perdagangan barang-barang hasil kerajinan nusantara," kata pejabat Pemkab Karimun Muhammad Tahar ketika memberi masukan kepada anggota Komisi VI DPR Nyat Kadir dalam rangkaian kegiatan reses di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Muhammad Tahar yang pernah bertugas di Disperindag Karimun mengatakan, letak Karimun yang strategis, berbatasan dengan Singapura dan Malaysia dan Provinsi Riau sangat cocok ditetapkan sebagai pusat perdagangan barang-barang hasil kerajinan di nusantara.

"Di Karimun ada kapal feri yang sejak pagi hingga sore berangkat ke Singapura dan Malaysia. Kita bisa memanfaatkan kunjungan wisatawan dari dua negara itu untuk mempromosikan barang kerajinan dari seluruh daerah di Indonesia," ujarnya.

Karimun juga memiliki dua pulau terluar, Pulau Takong Hiu dan Karimun Kecil, serta merupakan pintu masuk pertama dari jalur perdagangan di Selat Malaka.

Potensi yang dimiliki Karimun sebagai daerah perbatasan, menurut pria yang pernah menjabat Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) itu, sangat strategis jika dimanfaatkan untuk meningkatkan aktivitas perdagangan kerajinan nusantara.

"Mungkin Karimun mempunyai toko yang dikelola Kementerian Perdagangan yang menjual produk-produk kerajinan di Tanah Air, turis-turis bisa lebih banyak datang dan membelinya sebagai oleh-oleh," katanya.

Dia mengaku, usulan itu mendapat sambutan positif dari Kementerian Perdagangan, dan ia berharap DPR turut mendorong penetapan Karimun sebagai pusat perdagangan kerajinan nusantara.

"Manfaatnya tidak hanya mempromosikan produk kerajinan kita, tetapi juga berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara. Jadi, intinya, kalau pengrajin di Karimun masih kalah bersaing, mungkin jadi pedagang lebih cocok dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki," ucap pria yang kini menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Karimun.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR dari daerah pemilihan Kepri Nyat Kadir menyambut positif usulan agar Karimun dijadikan sebagai pusat perdagangan barang hasil kerajinan nusantara.

"Usulan yang menarik, apalagi Karimun juga berstatus kawasan perdagangan bebas. Usulan ini akan kami bahas di komisi dan mudah-mudahan bisa direspons oleh kementerian terkait," kata Nyat Kadir yang diusung Partai NasDem. (Antara)

Editor: F.C Kuen



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026