
Soerya Respationo Kembali Pimpin PDIP Kepri

Batam (Antara Kepri) - Soerya Respationo kembali memimpin Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Kepulauan Riau setelah seluruh anggota Konfrensi Daerah secara mufakat menunjuknya.
Proses pemilihan Ketua DPD Kepri yang dipimpin Ketua DPP PDIP I Made Urip di Batam, Rabu itu hanya berlangsung sekitar dua menit, karena seluruh peserta sepakat.
"Seumur-umur saya memimpin Konferda di Indonesia, baru kali ini Konferda pemilihan ketua serta penyusunan pengurus berlangsung secepat ini," I Made Urip.
Urip mengaku kagum dengan kekompakan anggota PDIP Kepri yang tidak perlu waktu lama untuk mendukung Soerya sebagai ketua.
Ia juga memuji laporan pertanggungjawaban (LPJ) Soerya sebagai ketua DPD Kepri periode 2010-2015 yang hasilnya tanpa catatan.
Sementara itu, kepada kepengurusan yang baru, Urip meminta agar tetap menjaga kekompakan, karena 50 persen kunci kesuksesan sebuah organisasi berasal dari kesatuan anggotanya.
"Asas kolektifitas ini harus dikedepankan. Saya yakin dengan trio KSB (ketua sekretaris bendahara) hal ini tercapai melihat solidnya kepengurusan," kata dia.
Ketua DPD PDIP Kepri terpilih Soerya Respationo mengatakan akan segera menggelar rapat kerja kepengurusan yang baru.
"Perintah konferda ini, kami menyusun tiga komisi yang akan dilaksanakan sebelum kongres Bali," kata dia.
Kepada pengurus yang baru, Soerya meminta untuk berjuang memenangkan Pilkada yang digelar serentak pada Desember 2015.
Sementara itu, sebelum Konferda digelar, perwakilan DPC se-Provinsi Kepri memberikan rekomendasi kepada partai.
Isi rekomendasi antara lain mendukung Megawati Soekarnoputri untuk menduduki kursi ketua umum PDIP masa bakti 2015-2020.
"Kami juga mendukung Soerya Respationo untuk maju dalam Pilgub mendatang dan menentukan wakilnya," kata Erna.
Selain Konferda Kepri, di Batam juga digelar pemilihan Ketua DPD PDIP Provinsi Riau. Namun hingga menjelang sore, rapat yang digelar tertutup belum rampung. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
