
Pangarmabar: Laut Natuna Aman dari Penjarahan Nelayan Asing

atuna (Antara Kepri) - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI, Ahmad Taufiqurrahman memastikan kawasan perairan Natuna Kepulauan Kepri aman dari penjarahan nelayan asing.
"Sejauh ini perairan Kepri, khususnya wilayah Natuna masih aman dari penjarahan olah nelayan asing. Kita komit untuk mengamankan laut terutama di wilayah barat di wilayah NKRI," ungkapnya usai meninjau Pos AL di Sabang Mawang Pulau Tiga, Kabupaten Natuna.
Dalam pengamanan laut wilayah barat Indonesia ini, terang dia, TNI AL bekerja sama dengan TNI AU, AD dan Polri serta petugas dari Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan rutin melakukan patroli dengan armada yang sudah ada.
"Kita didukung semua kesatuan, baik AU, AD Polisi Air maupun PSDKP, kita rutin berpatroli," terang dia.
Ditanya soal klaim sepihak Tiongkok bahwa Laut Natuna masuk wilayahnya, Pangarmabar menegaskan kalau hal tersebut tidak benar. Namun perlu diwaspadai konflik antara negara Tiongkok dan Filipina terkait sengketa Kepulauan Spratly dan Paracel.
"Walaupun kita laut kita masih aman, namun perlu diwaspadai. Bisa saja perang kedua negara tersebut berimbas ke wilayah RI khususnya Natuna," kata dia.
Demi terjaganya keutuhan NKRI ini tambah dia, Kebhinekaan kebangsaan di wilayah terdepan, terluar ini perlu diperkokoh.
"Wilayah yang berada di perbatasan, seperti Kabupaten Natuna, persatuan dan kesatuan antar warga maupun etnis, perlu di perkokoh. Persatuan antar warga perlu dijunjung tinggi, ini dimaksudkan supaya tak mudah disusupi atau di adu domba oleh negara lain," ujarnya.
Perlu diketahui, letak Natuna sangat strategis, baik lautnya maupun udaranya, setiap hari selalu ramai dilewati oleh kapal maupun pesawat negara lain. Ini juga bisa berdampak baik dan juga berdampak buruk.
"Dari letak yang bagus ini, bisa menjadi keuntungan, bahkan juga kerugian, itu tergantung kita dalam mengimplementasikannya dalam bernegara, NKRI,"imbuhnya.
Memang tambah dia, Laut Tiongkok Selatan ini kerap dihembuskan masalah konflik. Terutama terkait perbatasan dan klaim negara asing yang bisa mempengaruhi situasi politik.
"Situasi ini harus kita atasi. Kami sendiri sudah memantau di lapangan, ternyata aman kok. Kebanyakan isu yang beredar tidak benar. Informasi sekecil apapun pasti kita pantau. Saya punya Gugus Keamanan Laut (Guskamla), Gugus Tempur (Guspur) dan Satgas," ujar Taufiq. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
