
Polda Kepri Perketat Pengamanan ConocoPhillips

Penambahan tersebut juga sebagai langkah antisipasi serta mendorong agar pihak yang berkepentingan dapat menjaga kondusivitas disana
Batam (Antara Kepri) - Polda Kepulauan Riau memperketat pengamanan ConocoPhillips di Matak Base Kabupaten Kepulauan Anambas pascabentrokan dengan massa warga masyarakat dan buruh yang memblokir bandara perusahaan migas tersebut.
"Malam tadi (Kamis) kami mengirimkan satu kompi lagi untuk membantu dua peleton yang sudah diberangkatkan terlebih dahulu," kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono di Batam, Jumat.
Masa warga dan buruh menuntut 17 karyawan yang di-PHK beberapa waktu lalu dipekerjakan kembali oleh perusahaan migas tersebut.
Pasukan yang diturunkan, kata Hartono, untuk membantu pengamanan dari Polres Natuna di Matak setelah bentrok dengan buruh dan masyarakat yang menduduki bandara Matak milik ConocoPhillips pada Kamis (7/5).
Dalam bentrokan pada Kamis dikabarkan sebanyak tiga warga setempat dan satu orang anggota kepolisian mengalami cedera.
Informasi terakhir, situasi telah kembali normal dan operasional perusahaan tersebut sudah kembali berjalan meski masih ada buruh yang tidak masuk kerja.
"Penambahan tersebut juga sebagai langkah antisipasi serta mendorong agar pihak yang berkepentingan dapat menjaga kondusivitas disana," kata Hartono.
Pasukan yang dikirim, kata dia, akan ditarik jika situasi dan kondisi di kawasan ConocoPhillips sudah benar-benar aman dan kondusif.
"Hari ini bandara sudah beroperasi 90 persen," kata Manajer Komunikasi Perusahaan dan Eksternal Diarmila Sutedja yang dihubungi dari Batam, Kepri, Jumat.
Ia mengatakan pemblokiran Bandara Matak pada Kamis lalu memang sempat mengganggu operasional ConocoPhillips dan beberapa perusahaan migas lainnya yang menggunakan bandara itu.
Penghentian operasional Bandara Matak juga berdampak pada target produksi minyak dan gas nasional.
Menurut Diarmila aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan warga bermula dari tidak diperpanjangnya kontrak 17 orang pekerja sub kontraktor mitra ConocoPhillips, PT Supraco.
Penghentian kontrak itu terpaksa dilakukan karena kondisi perusahaan yang harus menyesuaikan diri dengan penurunan industri minyak dan gas.
Perwakilan PT Supraco dengan ConocoPhillips juga sudah berkali-kali melakukan pertemuan dengan pemerintah dan DPRD untuk menuntaskan persoalan itu. Namun tidak ditemukan kata sepakat.
Menurut Diarmila, sebenarnya ConocoPhillips dan PT Supraco sudah berupaya untuk membantu warga dengan menawarkan pendirian usaha kecil menengah, namun ditolak warga.
"PT Supraco juga sudah memberikan tiga sampai empat kali gaji kepada pekerja. Padahal ini tidak ada dalam aturan. Salah kalau dibilang kami tidak menggunakan hati nurani," kata dia.
Dalam kesempatan itu, ia juga membantah perusahaannya melakukan diskriminasi dan tidak memberikan kesempatan kepada warga setempat untuk bekerja di perusahaan internasional itu.
ConocoPhillips adalah perusahaan energi terintegrasi ketiga terbesar di Amerika Serikat berdasarkan kapitalisasi pasar dan cadangan terbukti minyak dan gas bermarkas di Houston, Texas dan beroperasi sekitar 40 negara dengan 38.300 karyawan.
ConocoPhillips merupakan pengilang terbesar kedua di Amerika Serikat.
Secara internasional, dalam kategori perusahaan yang tidak dikendalikan pemerintah, ConocoPhillips mempunyai cadangan terbukti terbesar kelima di dunia dan berdasarkan kapasitas minyak mentah adalah pengilang terbesar keempat di dunia.
Perusahaan tersebut terkenal di seluruh dunia dengan keahlian teknologi di bidang eksplorasi dan produksi di laut dalam, eksploitasi dan manajemen reservoir, teknologi seismik 3-D, petroleum coke upgrading kelas tinggi, dan sulfur removal. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
