
Kelurahan Pesisir Butuh Kapal Dinas
Jumat, 29 Mei 2015 20:57 WIB

Pandai-pandai kami. Kami ada gaji, ada tunjangan untuk lurah dan Seklur. Semampu kami
Batam (Antara Kepri) - Kelurahan-kelurahan di pesisir membutuhkan kapal dinas sebagai alat transportasi untuk memperlancar operasional petugas dalam menyosialisasikan berbagai kebijakan pemerintah kepada warga di pulau-pulau kecil.
"Kami membutuhkan alat transportasi laut, karena sulit melakukan kegiatan sosialisasi program pemerintah ke warga," kata Lurah Ngenang Kecamatan Nongsa, Anwar di Batam, Jumat.
Kelurahan Ngenang terdiri dari tiga RW dengan tujuh pulau kecil di sebelah utara Pulau Batam. Untuk mencapai pulau utama, dibutuhkan waktu perjalanan sekitar satu jam menggunakan kapal kayu atau 20 menit dengan kapal cepat.
Anwar mengatakan, pihaknya bersama staf kelurahan kesulitan menunaikan tugas tanpa dukungan alat transportasi laut yang memadai.
Sebagai Lurah, ia harus menyosialisasikan berbagai program pemerintah seperti pembagian beras miskin dan pelayanan BPJS ke masyarakat di pulau-pulau.
"Selama ini kami menggunakan 'charter-an', 'boat' milik masyarakat, biaya Rp350 ribu sekali antar," kata Lurah.
Ia mengaku terpaksa merogoh kocek pribadinya demi menyewa pompong.
"Pandai-pandai kami. Kami ada gaji, ada tunjangan untuk lurah dan Seklur. Semampu kami," kata dia.
Dalam rapat koordinasi perbatasan, staf Kelurahan Ngenang, Andi, mengatakan sudah menyampaikan kebutuhan alat transportasi itu kepada pemerintah pusat. Namun belum mendapat jawaban.
Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian demi kelancaran tugas pejabat lurah di pulau.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Pertahanan Kota Batam Aspawi mengatakan, memahami kebutuhan alat transportasi bagi kelurahan.
Ia berkomitmen mengupayakan memasukkan anggaran pengadaan kapal untuk kelurahan.
"Nanti kami coba masukkan dalam APBD, kalau tidak bisa dicoba ke provinsi," kata dia.
Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam Ardiwinata mengatakan dari 64 kelurahan di Batam, sekitar 20 kelurahan di antaranya terdapat di pesisir.
"Ada sekitar 20 kelurahan di hinterland, satu kelurahan bisa terdiri dari puluhan pulau kecil yang jaraknya relatif jauh dari 'mainland'," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
