
Daging Sapi di Natuna Tembus 140.000/Kg
Sabtu, 27 Juni 2015 22:04 WIB

Natuna (Antara Kepri) - Harga daging sapi di pasar tradisional Ranai, Kabupaten Natuna merangkak naik menjadi Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram, memasuki minggu kedua bulan suci Ramadhan 1436 H.
"Tadi pagi saya beli daging sapi Rp140 ribu, itu pun sudah tinggal sedikit stok yang tinggal di pedagang. Kalau sudah agak siang, mungkin sudah tidak ada lagi. Pada hari biasa saya beli paling mahal Rp130 perkilo," kata Ria Koto salah seorang warga di pasar Ranai, Sabtu.
Menurut Ria, naiknya harga daging sapi yang mencapai Rp140 ribu tersebut di rasa sangat memberatkan sekali karena sangat mahal, sebab informasi di sejumlah media di sejumlah pasar di luar Ranai, harga daging sapi tertinggi hanya sekitar Rp110 ribu.
"Harga bahan pokok di Natuna ini seperti tak terkendali, saya lihat harga hanya di kendalikan oleh pedagang yang ingin mencari keuntungan sepihak. Kita minta agar pemerintah bisa turun untuk menstabilkan harga bahan pokok, apalagi ini di bulan puasa dan ekonomi Natuna dalam sulit," kata dia.
Salah seorang pedagang daging yang biasa dipanggil Pak De mengaku, kenaikan harga daging sudah terjadi seminggu sebelum masuk bulan puasa. Hal ini kata dia, akan bertahan hingga Lebaran nanti.
"Harga daging sapi sudah naik seminggu sebelum bulan puasa, sebelumnya satu kilo seharga Rp130 ribu kini sudah naik Rp140 bahkan ada yang menjual satu kilonya Rp150 ribu. Biasanya harga ini akan turun seiring berakhirnya bulan puasa," kata dia.
Kenaikan ini kata dia, disebabkan stok daging sapi yang menipis, dan ditambah lagi pemotongan hewan (sapi-red) dilakukan hanya dua hari sekali oleh toke. Akibatnya kata dia harag daging akan melaonjak dari biasanya.
"Akibat dari kenaikan harga daging ini, omset penjualan daging saya turun hingga 20 persen. Biasa bisa habis hingga 100 Kg per hari, kini hanya sekitar 70 hingga 80 kg saja. Kenapa tidak, warga beralih ke yang lain," jelas dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Zam Jambak
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
