Logo Header Antaranews Kepri

Harga daging sapi segar di Tanjungpinang tembus Rp160 ribu per kg

Rabu, 4 Maret 2026 15:15 WIB
Image Print
Penjualan daging sapi segar di Pasar Bintan Center, Kota Tanjungpinang, Kepri, Rabu (4/3/2026). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Harga daging sapi segar di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga pertengahan Ramadhan 1447 Hijriah tembus Rp160 ribu per kilogram dari yang biasanya Rp140 ribu sampai 150 ribu per kilogram.

Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Tanjungpinang-Bintan yang juga pedagang sapi di Pasar Bintan Center Thamrin mengatakan kenaikan itu dipicu naiknya harga sapi hidup dari daerah asal, yaitu Provinsi Lampung, yang mencapai Rp55 ribu per kilogram.

"Belum lagi ongkos kirim sapi hidup dari Lampung ke Kepri per ekor sekitar Rp4 juta, menggunakan jalur transportasi laut," kata Thamrin di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Rabu.

Menurut dia, kondisi itu memicu kenaikan harga daging sapi segar di Tanjungpinang, karena pedagang tidak bakal untung jika menjual daging segar sebesar Rp140 ribu per kilogram, atau sesuai dengan harga eceran tertinggi atau HET Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Kendati harga naik, menurut Thamrin, permintaan daging sapi di ibu kota Provinsi Kepri itu tetap stabil bahkan meningkat selama Ramadhan, dengan rata-rata penjualan satu ekor per hari atau sekitar 175 kilogram. Pada hari-hari biasa, penjualan satu ekor untuk hari.

Baca juga: KPPG: SPPG Mekarsari ditutup karena ketidaklayakan sarana dan prasarana

"Seminggu menjelang Lebaran 2026, permintaan bakal melonjak mencapai lima ekor per hari, sebab 90 persen warga Tanjungpinang membeli daging sapi segar," ungkapnya.

Thamrin menambahkan saat ini stok sapi hidup di kandangnya masih aman, dan dalam waktu dekat akan masuk lagi sekitar 11 ekor sapi dari Lampung untuk kebutuhan Idul Fitri 1447 H.

Ia pun mengaku akan meminta jaminan harga daging sapi kepada Bapanas, mengingat kenaikan harga sapi hidup dan ongkos pengiriman yang tinggi, berdampak pada modal usaha yang tinggi pula.

"Apalagi menjelang Idul Fitri, biasanya permintaan selain daging sapi, seperti jeroan turun drastis, sementara kita sudah keluar modal untuk pembelian sapi hidup," ucap Thamrin.

Sementara Kepala Bidang Stabilisasi Harga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Tanjungpinang Riyanto
menyampaikan pedagang terpaksa menaikkan harga daging sapi segar guna mencegah kerugian.

"Harga sapi dari Lampung memang naik, ditambah lagi biaya ongkos kirim mahal," ujar dia.

Riyanto menyampaikan Disperdagin Tanjungpinang terus berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri untuk mencari solusi terhadap kenaikan harga daging sapi tersebut.

"Sedang dicarikan solusinya supaya harga daging sapi tetap terkendali menjelang Idul Fitri," katanya.


Baca juga:

Bupati Natuna ajak masyarakat jadikan masjid tempat ramah bagi anak

Pemkot Batam salurkan bantuan hibah untuk 30 masjid saat Safari Ramadhan 1447 H



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026