Logo Header Antaranews Kepri

Kendaraan Umum Batam Gunakan BBG Pada 2016

Kamis, 20 Agustus 2015 22:53 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja menyatakan kendaraan umum dan mobil dinas di Kota Batam, Kepulauan Riau, akan menggunakan bahan bakar gas pada 2016 demi menyukseskan program Batam Kota Gas.

"Kendaraan umum menggunakan gas," kata IGN Wiratmaja di Batam, Kamis.

Pemerintah telah mencanangkan Batam sebagai Kota Gas pada 2018. Karenanya semua elemen di masyarakat menggunakan bahan bakar gas, seperti rumah tangga, industri, termasuk kendaraan.

Demi mendukung penggunaan bahan bakar gas untuk kendaraan umum, maka Perusahaan Gas Negara akan membangun beberapa SPBG di penjuru kota.

"SPBG satu dulu. Nanti akan dibangun beberapa," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengupayakan pemberian konverter kit bagi kendaraan umum, untuk memudahkan pengalihan penggunaan bahan bakar minyak ke gas.

"Konverter kit, sebenarnya ada anggaran tahun ini, masih dalam proses," kata dia.

Ia menyakatan sampai saat ini, pengadaan konverter kit masih berada di bawah Kementerian Perindustrian, sehingga Kementerian ESDM tidak dapat berbuat banyak. Namun, nantinya dengan payung hukum yang baru, kementerian terkait pun bisa menganggarkan pengadaan alat pengalihan bahan bakar untuk kendaraan itu.

Menurut dia, kini Presiden tengah menggodok revisi Perpres agar Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM dapat ikut mengalokasikan anggaran pengadaan konverter kit.

Selain menggunakan konverter kit, pemerintah juga mendorong industri otomotif memproduksi kendaraan dengan bahan bakar gas.

Sementara itu, demi mendukung Batam Kota Gas 2018, Kementerian ESDM juga memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar itu.

"Salah satunya dari WNTS, dari selatan ada Grisik dan Jambi Merang," kata dia.

Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said menggadang Batam menjadi Kota Gas, setelah mayoritas energi yang digunakan di kota itu menggunakan bahan bakar gas.

"Kami punya satu kesepakatan dengan Pak Gubernur, kami jadikan Batam sebagai kota gas dengan energi bersih," kata Menteri.

Saat ini, sebagian industri besar dan kecil di Batam sudah menggunakan bahan bakar gas. Sedangkan untuk kebutuhan rumah tangga, jumlah pelanggan yang dialiri relatif sedikit.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026