
Wali Kota Batam Bantah Kelangkaan Beras

Yang penting diberi kuota yang jelas dan pengawasan ketat sehingga beras impor tidak merembes ke daerah lain
Batam (Antara Kepri) - Wali Kota Batam Kepulauan Riau Ahmad Dahlan membantah terjadi kelangkaan beras di kota itu sejak sejak petugas Bea dan Cukai mencegah penyelundupan beras beberapa waktu lalu.
"Krisis mungkin tidak, dan harga juga terkendali kok," kata Wali Kota di Batam Ahmad Dahlan, Rabu.
Menurut Wali Kota, Batam tidak pernah mengalami kekurangan pasokan beras selama berpuluh tahun.
Ia mengakui, stabilnya pasokan beras di Batam selama ini karena adanya beras impor yang masuk ke Batam secara ilegal.
"Maka itu saya tegaskan, saya setuju dengan impor beras ke Batam," kata dia.
Wali Kota berharap pemerintah pusat mengizinkan impor beras ke Batam, karena kota itu tidak memiliki lahan sawah penghasil padi.
Dengan impor, maka harga beras juga dipercaya bisa lebih murah karena biaya distribusi yang kecil dibandingkan dengan biaya distribusi dari Pulau Jawa.
"Yang penting diberi kuota yang jelas dan pengawasan ketat sehingga beras impor tidak merembes ke daerah lain," ujarnya.
Mengenai harga beras, ia mengatakan menyerahkan pada mekanisme pasar. Meski begitu pemerintah tetap memantau dan mengendalikan agar tidak terjadi kenaikan harga terlalu tinggi.
Pemerintah mengintervensi harga pasar melalui pasar murah, operasi pasar dan lainnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim untuk memastikan ketersediaan stok beras di lapangan.
"Tim sedang turun mengecek ke gudang dan distributor," kata dia.
Sementara itu, warga Batam, Rina menyatakan kualitas beras di Batam buruk, harganya juga naik.
"Sekarang beras lebih banyak tepungnya. Kalau mau yang bagus ada, tapi harganya mahal," kata Rina. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
