Logo Header Antaranews Kepri

OJK: Nelayan Kepri Nikmati Program Jaring 2016

Senin, 16 November 2015 08:14 WIB
Image Print
Kami usahakan bisa bawa ke mari. Palembang sudah, Aceh sudah. Paling tidak awal tahun 2016 ada di sini

Batam (Antara Kepri) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menargetkan nelayan di provinsi itu bisa menikmati program perbankan Jaring, yang memberikan berbagai kemudahan kepada nelayan pada 2016.

"Kami usahakan bisa bawa ke mari. Palembang sudah, Aceh sudah. Paling tidak awal tahun 2016 ada di sini," kata Ketua OJK Wilayah Kepri, Yusri di Batam, Senin.

Saat ini Program Jangkau, Sinergi dan Guideline (Jaring) sudah diberjalan di Malang, Aceh, Palembang dan Medan. Dan diharapkan program perbankan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan itu dapat segera efektif di Kepri.

Dalam program itu, OJK menggandeng delapan bank nasional untuk ikut serta melayani perbankan kepada nelayan yaitu BNI, BRI, Bank Mandiri, BTPN, Bank Danamon, Bank Permata, Bank Bukopin, dan BPD Sulselbar. Dan, sekarang menyusul lima bank lagi, yaitu BCA, Maybank, CIMB Niaga, Sinarmas, dan BPD Jawa Timur.

"Karena ini program nasional, tentu akan ada relaksasi aturan di masing-masing bank," katanya.

Sayang, ia belum memastikan relaksasi apa saja yang akan diberikan kepada perbankan, juga nelayan dalam relaksasi itu. Namun, dipastikan akan ada beragam kemudahan bagi nelayan.

Satu di antaranya adalah kemungkinan pemberian pinjaman dengan agunan bergerak seperti kapal, atau tanpa agunan sama sekali. Karena menurut dia, agunan hanya pelengkap.

"Boleh, agunan bank hanya untuk menambah keyakinan bank. Tanpa jaminan, bisa saja," kata dia.

Yusri memperkirakan nelayan Kepri yang sudah tersentuh layanan bank hanya sekitar 70 persen. Itu disebabkan keterbatasan akses perbankan di lingkungan nelayan yang banyak tinggal di pulau-pulau.

Padahal, nelayan sangat prospektif untuk perbankan. Selain untuk layanan kredit, nelayan sangat potensial untuk layanan simpan pinjam.

Pada musim-musim tertentu, penghasilan nelayan sangat besar. Dan karena akses perbankan sulit, akibatnya banyak nelayan konsumtif.

"Bahkan saya pernah lihat nelayan yang menyimpan uang di kulkas. Karena tidak tahu uangnya musti diapakan," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026