
Megawati Nasihati Soerya Respationo

Untuk Soerya, ingat ideologi kita pancasila sebuah jalan menuju kesejahteraan rakyat
Batam (Antara Kepri) - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri memberikan nasihat kepada calon gubernur Kepulauan Riau nomor urut 2, Soerya Respationo yang ditulis dalam buku karya Soekarno berjudul "Tujuh Bahan-bahan Pokok Indoktrinasi".
"Untuk Soerya, ingat ideologi kita pancasila sebuah jalan menuju kesejahteraan rakyat," kata Megawati sebelum menghadiri Kampanye Akbar di Batam Kepri, Minggu.
Megawati berharap Soerya belajar banyak dari buku itu, karena sarat nilai-nilai kebangsaan yang harus diterapkan dalam memimpin. Buku itu memuat tahapan yang harus dikerjakan bila ingin membangun negara.
"Buku dibuat ketika Soekarno ingin membangun bangsanya," kata dia.
Megawati optimistis Soerya dapat memenangi Pilkada di Kepri, berdasarkan hasil survei yang dilakukan beberapa kali.
"Seperti yang selalu kami survei, kalau kemungkinan besar Soerya diizinkan yang di atas menjadi Gubernur Kepri," ucap Megawati.
Ia menyatakan kedatangannya ke Batam khusus untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon kepala daerah Soerya-Ansar, setelah sehari sebelumnya ikut dalam kampanye akbar di Sulawesi Utara.
Di tempat yang sama, calon gubernur Kepri Soerya Respationo menyatakan bila terpilih, maka akan fokus membangun maritim, sejalan dengan program Poros Maritim Presiden Joko Widodo.
"Apabila diamanahkan terpilih, program kami sebagaimana dalam visi misi, selaras dengan program nasional Poros Maritim, karena 96 persen lebih wilayah di Kepri adalah lautan. Hanya empat persen kurang yang daratan," tuturnya.
Selain itu, ia juga menjanjikan akan menambah Balai Latihan Kerja, untuk menyertifikasi tenaga kerja andal menghadapi persaingan saat Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Menurut dia, sebenarnya tenaga kerja Indonesia memiliki keahlian yang lebih besar dibanding tenaga kerja asing. Namun, karena tidak tersertifikasi maka gajinya lebih kecil.
"Welder kami lebih mumpuni dibanding asing. Tapi kondisi di lapangan 'salary' jauh lebih rendah karena tidak punya sertifikat," imbuhnya.
"Makanya BLK jadi penting. Karena selembar kertas menunjukkan kompeten. Padahal untuk ngelas di bawah air, kita juga bisa," ujar Soerya, menegaskan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
