Logo Header Antaranews Kepri

Dispenda Karimun Optimistis Target PAD Tercapai

Jumat, 11 Desember 2015 13:53 WIB
Image Print
Kami optimistis tercapai karena pada semester pertama 2015 sudah terealisasi 70 persen

Karimun (Antara Kepri) - Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau optimistis target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp261 miliar dalam APBD 2015.

"Kami optimistis tercapai karena pada semester pertama 2015 sudah terealisasi 70 persen," kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Karimun Muhammad Firmansyah di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Firmansyah menjelaskan, sektor pertambangan masih menjadi unggulan dalam mendatangkan PAD, dan ditopang sektor pajak mulai dari pajak hiburan, reklame, hotel dan pajak restoran.

Untuk mengejar target sebesar itu, dia mengaku lebih intensif dan ketat mengevaluasi dan memonitor realisasi PAD setiap bulan sebagai pijakan bagi jajarannya untuk meningkatkan kinerja dalam memungut berbagai sektor pendapatan.

"Kami mengevaluasi secara terukur PAD setiap bulan yang dicatat sebagai pencapaian kinerja. Evaluasi dan monitoring bertujuan untuk mengetahui peluang, ancaman dan kelemahan untuk diperbaiki, dan bahkan kami berupaya untuk melebihi target PAD tahun ini," tuturnya.

Target yang dipatok setiap tahun, papar Firmansyah, sesuai dengan kemampuan dan kinerja aparatur terutama petugas pemungut pajak dan dikaitkan dengan perkiraan pendapatan dari semua sektor.

"Defisit anggaran sebesar Rp200 miliar dalam APBD 2015 tidak mengurangi semangat untuk menggali potensi PAD, termasuk PAD dari retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) yang dipungut berdasarkan Perda IMTA yang telah disahkan DPRD," kata dia serayakan bahwa PAD pada 2016 ia targetkan sebesar Rp300 miliar.

Secara keseluruhan, kata dia, pendapatan daerah dalam APBD 2015 ditargetkan sebesar Rp1.083.492.046.486. Dari target sebesar itu, dia mengatakan pendapatan daerah yang sudah terealisasi lebih dari Rp600 miliar yang disumbang sektor pajak mineral bukan logam dan batuan, Pajak Bumi Bangunan (PBB), pajak reklame, pajak sarang walet dan lainnya.

Pendapatan daerah, tambah Firmansyah, juga diperoleh dari pusat dalam bentuk Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

"Defisit anggaran sebesar Rp200 miliar dalam APBD 2015, disebabkan pemotongan DBH Migas oleh pemerintah pusat," kata dia. (Antara)

Editor: Santoso



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026