Logo Header Antaranews Kepri

BKKBN Kepri Dirikan Tujuh Kampung KB

Senin, 21 Desember 2015 06:49 WIB
Image Print
Sesuai dengan instruksi Presiden. Awal tahun ini kami akan bentuk Kampung KB pada tujuh kota/kabupaten di Kepri. Untuk tahap awal masing-masing satu

Batam (Antara Kepri) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kepri mulai awal 2016 membentuk Kampung KB pada seluruh kota/kabupaten sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk kembali menggaungkan program kependudukan.

"Sesuai dengan instruksi Presiden. Awal tahun ini kami akan bentuk Kampung KB pada tujuh kota/kabupaten di Kepri. Untuk tahap awal masing-masing satu," kata Kepala BKKBN Kepri, Sugiyono di Batam, Minggu.

Ia mengatakan, pada Januari 2016 program tersebut akan diresmikan secara nasional oleh Presiden Joko Widodo.

"Untuk di Kepri kami akan bangun pada wilayah-wilayah pesisir. Nantinya akan menjadi percontohan bagi kampung-kampung lain pada setiap kota/kabupaten," kata dia.

Pada Kampung KB akan terdapat data lengkap tentang kondisi penduduk setempat, jumlah peserta Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia, jumlah peserta KB, jumlah pasangan usia subur.

"Akan ada juga pembinaan-pembinaan program ketahanan keluarga, pemberdayaan masyarakat, sehingga diharapkan akan mendorong kesejahteraan masyarakatnya," kata Sugiyono.

Dengan hal tersebut diharapkan program KB akan kembali bergairah dengan tujuan akhir mensejahterakan keluarga sesuai harapan pemerintah melalui program nawacita.

Pada Nawacita 3, 5, 8 dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo, kata Sugiyonon ditekankan pada membangun Indonesia dari pedesaan, meningkatkan kualitas hidup manusia, dan melaksanakan revolusi karakter.

"Gerakan revolusi mental dari BKKBN sudah dideklarasikan sejak September 2015. Ini yang akan terus digaungkan untuk membantu pemerintah agar penduduknya sejahtera," kata Sugiyono.

Khusus untuk Batam yang memiliki jumlah penduduk paling padat di Kepri, kata dia, prioritas penggarapan program difokuskan pada wilayah penyangga, perusahaan, dan penghuni rumah tidak berizin yang didominasi kaum berpenghasilan rendah.

"Kenapa diperusahaan, karena Batam kota industri. Sebagian penduduknya juga tinggal pada rumah tidak berizin. Sedangkan masyarakah pulau penyangga belum menikmati fasilitas kesehatan seperti di kota," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026