
Wali Kota Klaim Visi Misi Batam Tercapai

Batam dikembangkan sebagai kawasan investasi yang dilengkapi fasilitas pusat perdagangan, kawasan industri besar, menengah, kecil, koperasi, usaha rumah tangga, industri pariwisata, pusat perbelanjaan dan kuliner, hiburan, pengelolaan sumberdaya kela
Batam (Antara Kepri) - Wali Kota Batam, Kepulauan Riau, Ahmad Dahlan mengeklaim visi Batam 2011-2016 relatif tercapai, yaitu terwujudnya Kota Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang Modern dan menjadi andalan pusat pertumbuhan perekonomian nasional.
Ahmad Dahlan di Batam, Senin, menyatakan visi itu dirumuskan dalam lima misi, yang dijabarkan dalam beberapa tujuan dan sasaran rencana pembangunan.
Misi pertama, yaitu mengembangkan Kota Batam sebagai bandar modern berskala internasional.
"Batam dikembangkan sebagai kawasan investasi yang dilengkapi fasilitas pusat perdagangan, kawasan industri besar, menengah, kecil, koperasi, usaha rumah tangga, industri pariwisata, pusat perbelanjaan dan kuliner, hiburan, pengelolaan sumberdaya kelautan melalui kerja sama dengan Pengelola Kawasan dan pemangku kepentingan pembangunan lainnya," kata Wali Kota dua periode itu.
Pencapaian misi pertama, dapat dilihat dari kinerja investasi dengan daerah lain. Sampai dengan Tahun 2015, tercatat 15 kerja sama dalam negeri dan pengaduan serta pengawasan investasi yang ditindaklanjuti sebanyak 830 perusahaan.
Pencapaian itu juga terlihat dari penyelesaian pengaduan konsumen sebesar 82 persen, pelayanan UPT Metrologi Legal 96 persen, pengelolaan enam lokasi Pedagang Kaki Lima, pembangunan empat pasar pemerintah serta pelaksanaan operasi pasar sebanyak 50 kali per tahun.
Kemudian, misi kedua, yaitu mengembangkan sistem pendukung strategis penataan ruang terpadu meliputi komponen fasilitas sarana dan prasarana sistem transportasi darat laut dan udara yang memadai, sistem telekomunikasi dan teknologi informasi (ICT) modern dan prima, ekosistem hutan kota, penataan lingkungan kota yang bersih, sehat, aman, nyaman dan lestari
Pencapaian misi kedua tersebut terlihat dari urusan penataan ruang dengan capaian kinerjanya tersedianya luasan RTH publik 20 persen dari luas kota.
"Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral dengan capaian kinerjanya adalah pengawasan penyaluran BBM tertentu dan LPG sampai dengan Tahun 2015 sebesar 100 persen," kata dia.
Selain itu pemerintah juga sudah membangun 10.553 lampu, menata lima tempat pemakaman umum, perawatan 35 km jalan, dan 1.920 meter jembatan serta pelayanan air bersih di pulau penyangga.
Lalu misi ketiga, yaitu Meningkatkan pelayanan prima dalam pendidikan, kesehatan, perumahan yang layak dan terjangkau, ketenagakerjaan, sosial budaya, sarana ibadah, kepemudaan dan olahraga agar kualitas hidup manusia dan kecerdasan seluruh lapisan masyarakat meningkat serta pengentasan kemiskinan.
"Pencapaian misi ketiga tersebut dapat terlihat pada beberapa urusan pemerintahan daerah, antara lain pendidikan dengan capaian kinerja antara lain angka Partisipasi Kasar SD Tahun 2015 sebesar 112,90 persen, APK SMP Tahun 2015 sebesar 103,45 persen, Angka Partisipasi Murni SD Tahun 2015 sebesar 102 persen dan APM SMP Tahun 2015 sebesar 81,52 persen dan jumlah guru yang bersertifikasi sebanyak 702 orang," kata dia.
Di bidang kesehatan, pemkot mencatat angka kematian ibu pada 2015 sebesar 147,30 per 100.000 Ibu melahirkan dan angka kematian bayi sebesar 8,16 per 1.000 kelahiran.
Pemkot juga menempatkan 68.031 tenaga kerja dan meningkatkan kompetensi 1.841 orang tenaga kerja.
Pada bidang sosial, Pemkot merenovasi 5.787 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menangani 11.871 jiwa korban bencana dan membina 850 jiwa Lansia terlantar.
Kemudian misi ke empat, menumbuhsuburkan kehidupan harmonis dan berbudi pekerti atas dasar nilai multi etnis, multi kultur, multi agama dan melestarikan nilai-nilai seni budaya melayu, kearifan lokal dan memelihara kelestarian lingkungan hidup.
Pencapaian pemerintahantara lain dengan pelayanan 561.894 KTP dan cakupan pelayanan akte kelahiran sebanyak 34.182 lembar.
"Urusan lingkungan hidup dengan capaian kinerja antara lain pelaksanaan evaluasi dokumen lingkungan di Tahun 2015 sebesar 72 persen dan pengawasan pengendalian pencemaran air limbah sebesar 121 persen dan pengelolaan limbah B3 sebesar 125 persen," kata dia.
Serta misi ke lima, mewujudkan pelaksanaan pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa.
Pencapaian misi ke empat terlihat pada beberapa urusan pemerintahan daerah, antara lain berkurangnya rumah liar dan kios liar sebanyak 28 titik.
Urusan Pemerintahan Umum dengan capaian 100 persen LHKPN yang melapor.
"Opini BPK terhadap laporan keuangan Pemko Batam adalah Wajar Tanpa Pengecualian selama tiga tahun berturut-turut," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
