
Pemkot Batam Rancang Pembangunan "Smart Environment"

Salah satunya kebijakan Pemkot dalam penyediaan RTH publik lebih dari 20 persen, yang berfungsi secara ekologis dan sosial
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mulai merancang pembangunan lingkungan yang cerdas (Smart Environment), sebagai langkah awal menuju Batam Kota Cerdas, kata Kepala Bagian Humas Pemkot Batam Ardiwinata di Batam, Rabu.
Pemkot menyusun "Smart Environment" dalam delapan langkah strategis, mulai dari perencanaan dan desain kota hijau (Green Planning and Design), pengadaan Ruang Terbuka Hijau (Green Open Space), komunitas hijau (Green Community), energi hijau (Green Energy), pengelolaam limbah hijau (Green Waste), pengelolaan air hijau (Green Water), transportasi hijau (Green Transportation) dan bangunan hijau (Green Building).
"Salah satunya kebijakan Pemkot dalam penyediaan RTH publik lebih dari 20 persen, yang berfungsi secara ekologis dan sosial," kata Ardi.
Untuk meningkatkan jumlah RTH, pemkot melakukan sejumlah langkah, di antaranya mensyaratkan pengembang menyediakan RTH saat membangun lahan pemukiman, menetapkan RTH sebagai daerah tangkapam air pada kawasan waduk dan merencanakan koridor hijau di ruas jalan utama.
Saat ini di Batam sudah terdapat 11 RTH yang dikembangkan pemerintah, yaitu Taman Mustika Alam, Taman Gajah Mada, Kebun Raya Batam, Parkway, PS Bukit Clara, KSB Mangsang, Buffer Tanjung Uncang, Sagulung, Taman Kolam Sekupang, PSD Kawasan Engku Putri, PSD Pantai Dendang Melayu.
"Kami juga bekerjasama dengan pihak swasta dan masyarakat dalam mengembangkan jalur-jalur hijau," kata Ardi.
Selain memperbanyak RTH, pemkot juga mengembangkan komunitas hijau, yang diharapkan membantu pemerintah dalam menjaga kehijauan lingkungan, di antaranya Batam Berkebun, Bike To Work, Himapala, iru Daun dan Komunitas Engku Putri.
Pemkot juga memperbanyak pemanfaatan sumber energi yang efisien dan ramah lingkungan (Green Energy) melalui pemakaian lampu jalan lingkungan tenaga surya, pengembangan Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Gas (PLTG).
"Saat ini 70 persen listrik Batam dipasok oleh pembangkit gas," katanya.
Pengelolaan limbah juga sudah mengguakan prinsip tiga R, yaitu mengurangi, Reduce, Reuse dan Recycle (mengurangi, mengembangkan proses daur ulang dan meningkatkan nilai tambah) dalam Green Waster.
Program Green Water dilakukan dengan meningkatkan efesiensi pemanfaatan sumber daya air, melalui pengembangan kualitas air bersih menjadi air siap minum di taman-taman dan tempat publik, pengelolaan DAS Duriangkang dan waduk-waduk lain di Kota Batam serta kebijakan pengelolaan air limbah agar tidak mencemari sumber air baku.
Sedangkan Green Transportation didorong dengan pengadaan alat pengujian kendaran bermotor, menyelenggaraakan Hari Bebas kendaraan di Jalan Protokol Nagoya serta pengembangan jalur pedestrian yang nyaman dan aman.
"Dan Green Building dilaksanakan antara lain dengan penerapan bangunan ramah lingkungan yang hemat air, energi, lahan dan sebagainya," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
