
Minimnya Hujan Pengaruhi Debit Waduk Tembesi Batam

Dari pengalaman Waduk Duriangkang, prosea itu butuh dua tahun. Tapi itu tergantung (curah hujan) yang turun
Batam (Antara Kepri) - Permukaan air Waduk Tembesi Batam yang sejak akhir 2014 masuk proses desalinasi belum sampai level maksimal akibat curah hujan yang minim.
"Saat ini airnya belum maksimal. Masih jauh dari titik debit maksimal yang diharapkan," kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono di Batam, Selasa.
Proses desalinasi (mengganti air hujan dengan air tawar) sangat dipengaruhi oleh curah hujan yang turun. Sementara pada musim penghujan awal 2016 ini, curah hujannya masih minim.
"Dari pengalaman Waduk Duriangkang, prosea itu butuh dua tahun. Tapi itu tergantung (curah hujan) yang turun," katanya.
Waduk Tembesi merupakan waduk ketujuh yang dibangun BP Batam untuk mencukupi kebutuhan air bersih, baik penduduk maupun industri khususnya wilayah Sagulung dan Batuaji mengingat pulau tersebut tidak memiliki sumber air baku.
Proyek yang dimulai sejak 2008 dirancang mampu menampung volume air hingga mencapai sekitar 56 juta meter kubik dan memproduksi 600 liter per detik yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan penduduk Batam yang terus meningkat.
Penambahan waduk terus dilakukan untuk antisipasi krisis air mengingat kebutuhan air bersih terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan industri.
"Kita lihat saja nanti. Kalau sudah mencapai level maksimum dan audah melalui uji kelayakan air tentu akan difungsikan," kata Purnomo.
Setelah Waduk Tembesi, BP Batam dan Kementerian PUPR juga sudah mulai membangun Waduk Sei Gong di Pulau Galang yang menjadi salah satu prioritas Presiden Joko Widodo.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Imam Bachroni mengatakan Waduk Sei Gong diproyeksikan mampu menampung air sebanyak 11,8 juta meter kubik air dengan total kebutuhan lahan mencapai 355,99 hektare bernilai kontrak pembangunan mencapai Rp260 miliar.
"Tahun kemarin sudah dilakukan pembangunan akses menuju lokasi waduk. Tahun ini mulai fisik waduknya," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
