
LAM: Pengawasan Paham Sesat Perlu tuntas

Pemerintah memang sudah bertindak. Hanya saja, masalah itu tidak akan tuntas jika sekedar dipulangkan, tapi perlu dilakukan pengawasan kepada eks anggota gafatar tersebut, terutama masalah doktrin yang tertanam
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Lembaga Adat Melayu (Lam) Kepri meminta pemerintah daerah terus melakukan pengawasan hingga tuntas terhadap paham sesat yang pernah masuk ke Provinsi Kepulauan Riau.
"Hal ini merupakan masalah serius, untuk itu penanganannya tak bisa dianggap remeh. Seperti, keberadaan aliran gafatar di Kepri beberapa waktu lalu," kata Ketua LAM Kepri, Abdul Razak, di kediamannya, Selasa.
Menurutnya, memang pemerintah sudah bertindak dengan memulangkannya ke kampung halaman masing-masing. Namun, hal itu dinilai belumlah cukup, sehingga perlu ada peningkatan pengawasan pasca pemulangannya.
"Pemerintah memang sudah bertindak. Hanya saja, masalah itu tidak akan tuntas jika sekedar dipulangkan, tapi perlu dilakukan pengawasan kepada eks anggota gafatar tersebut, terutama masalah doktrin yang tertanam," ujarnya.
Usulan tersebut mengingat, Gafatar yang dulu belum sempat booming di media, adalah kelompok kecil masyarakat yang sama sekali tidak mencacati agama dan ideologi bangsa. Tapi setelah itu terkumpul, justru mempengaruhi agama dan idologi.
Pemerintah sendiri diakuinya hanya melarang dan menyatakan bahwa aliran tersebut adalah sesat. Tapi, doktrin yang tertanam di anggota eks Gafatar tersebut tidak tersentuh.
Termasuk penggunaan atribut aliran sayap kiri yang dianggap seolah dibangkitkan kembali setelah sekian lama dimusnahkan oleh nagara.
"Seperti unsur-unsur Partai Komunis Indonesia (PKI), meskipun masih belum jelas, dan kabarnya hanya beredar di media sosial. Tetap harus jadi perhatian serius pemerintah. Karena, jika PKI ini terus dihembuskan dan ada kesempatan, dikhawatirkan bangkit lagi," tuturnya.
Contoh, aliran Gafatar dan Ahmadiah yang berasal dari sekelompok kecil masyarakat. Lalu secara tiba-tiba jadi besar dan mengkhawatirkan.
"Aliran-aliran ini seolah dianggap telah hilang, tapi belum tau kondisi di lapangan seperti apa," tegasnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Saud MC
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
