Logo Header Antaranews Kepri

Batam Perbaiki Drainase Seluruh Kota Mulai 2017

Senin, 23 Mei 2016 18:28 WIB
Image Print
Mulai 2017, pembuatan drainase se-Kota Batam dimulai, kalau tadinya zigzag,nantinya zagnya hilang, lurus

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, berencana untuk memperbaiki drainase di seluruh kota pada 2017, untuk mengantisipasi musibah banjir yang kini mulai dirasakan sejumlah daerah di pulau utama.

"Mulai 2017, pembuatan drainase se-Kota Batam dimulai, kalau tadinya zigzag,nantinya zagnya hilang, lurus," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Senin.

Saat ini drainase di pulau utama relatif tidak rapi dan berkelok-kelok, menyesuaikan dengan kepemilikan lahan. Akibatnya, banyak daerah menjadi rawan banjir.

Akhir tahun 2016, Pemkot akan menyiapkan dana pembuatan Detail Engineering Design pembangunan drainase. Dan bila DED itu disetujui, maka pembangunan akan dimulai 2017, secara bertahap.

Ia mengakui, kemungkinan pembangunan drainase itu terkendala lahan, karena seluruh tanah sudah dikuasai pihak lain. Namun, Wali Kota meminta pemilik lahan untuk ikut bertenggang rasa, karena pembangunan drainase demi kesejahteraan bersama.

"Perencanaan kami siapkan. Lahan siapa yang terkena seperti dalam gambar, baru didudukkan Karena benda ini (lahan-red) sudah habis terjual. Makanya kumpulkan para pemilik," kata dia.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan sulit untuk menyusun drainase induk di Batam, akibat keterbatasan lahan.

"Drainase induk susah, jadi zig zag, kalau 'nak diluruskan, ditarik,lahan punya orang, airnya jadi tidak lancar," kata dia.

Akibat drainase yang tidak rapi, maka sejumlah daerah mulai mengalami musibah banjir.

Wakil Wali Kota memperkirakan lebih dari 16 lokasi rawan banjir di kota itu, lima lokasi di antaranya sangat genting, perlu penanganan segera, yaitu Sungai Harapan, Marina, Sei Pelengut, Buliang dan Duriangkang Muka Kuning.

Amsakar bercerita, ketinggian banjir di lima lokasi itu mencapai sekitar satu meter, sehingga harus segera ditangani.

"Di Sungai Harapan sampai paha. Di Buliang sampai sebetis, itu sudah susut. Kata Lurah, sebelumnya sampai pinggang," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026