Logo Header Antaranews Kepri

Bulog Lakukan Operasi Pasar

Kamis, 9 Juni 2016 09:32 WIB
Image Print
Dengan OP beras yang saat ini berlangsung di Tanjungpinang dan Bintan, harga beras berada di kisaran harga Rp 11.500/kg sampai Rp13.500/Kg untuk jenis beras Merak, Gajah Merah, Padang Raya, dan Kalajengking.

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Bulog Sub Divre Tanjungpinang mengaku siap melakukan operasi pasar (OP) demi terciptanya stabilisasi harga kebutuhan pangan di daerah.

Hanya saja, sikap siap Bulog juga harus didukung oleh peran serta pemerintah daerah terkait. Seperti yang saat ini terjadi di Bulog Sub Divre Tanjungpinang, perihal operasi pasar hanya dilakukan di dua wilayah kerjanya. Sementara masih ada tiga kabupaten lagi yang alpa dari kegiatan OP.

"OP beras yang kami lakukan mulai dari akhir 2015 lalu sampai saat ini hanya di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Ini dikarenakan, hanya dua daerah tesebut yang mengajukan permintaan kepada kami untuk melaksanakan OP beras," ujar Kepala Sub Divre Tanjungpinang, Wawan Hidyanto.

Sementara, pemerintah daerah Kabupaten Lingga, Anambas, Natuna yang merupakan rumpun wilayah kerja Bulog Sub Divre Tanjungpinang, belum mengajukan permintaan OP yang sama seperti yang dilakukan pemerintah daerah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan sebagaimana yang saat ini sedang beroperasi.

Permintaan dari kabupaten lainnya itu tidak menutup kemungkinan bagi Bulog Sub Divre Tanjungpinang untuk membuka titik OP beras di wilayah tersebut sebagai bentuk antisipasi terjadinya lonjakan harga berserta inflasi selama Ramadhan dan lebaran Idul Fitri 1437 Hijriyah.

Dengan OP beras yang saat ini berlangsung di Tanjungpinang dan Bintan, kondisi harga beras sebagaimana yang didata Dinas Perindustrian Perdagangan Ekonomi Keratif dan Penanaman Modal (Disperindag Ekraf dan PM ) Kota Tanjungpinang, berada di kisaran harga Rp 11.500 /kg sampai Rp13.500 /kg untuk jenis beras Merak, Gajah Merah, Padang Raya, dan Kalajengking.

Bahkan mengacu pada Surat Menteri Perdagangan No 667/M-DAG/SD/5/2016 tanggal 12 Mei 2016 tentang Pelaksanaan Operasi Pasar (OP) beras, Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras OP senilai Rp7.900 /kg, dari harga jual beras OP sebelumnya Rp8.400 /kg.

"Artinya, harga beras OP yang kami jual saat ini semakin turun, dari Rp8.400 /kg menjadi Rp7.900 /kg, sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam rangka stabilisasi harga Ramadhan dan lebaran," ujarnya.

Menurut Wawan, kondisi kestabilan harga untuk komoditas lain juga bakal terjadi dengan cacatan Bulog Sub Divre Tanjungpinang mendapat pasokan komoditas bahan pangan untuk menambah program operasi pasar.

Karena berdasarkan informasi yang diperoleh dari pusat, OP di Bulog Sub Divre Tanjungpinang yang selama ini berurusan dengan beras, akan menambah komoditas daging beku dan bawang merah.

"Memang masih wacana pusat, tapi setidaknya, kalau wacana tersebut segera direalisasikan, maka OP yang kami lakukan saat ini tidak hamnya beras tapi akan ada OP daging beku dan bawang merah," ujar Wawan.

Hanya saja, rumusan wacana berupa petunjuk teknis dan mekanisme penetapan hara komoditas daging beku dan bawang merah tersebut belum diterima Bulog Sub Divre Tanjungpinang.

"Kami sebagai operator di daerah tentu siap saja menerima intruksi dari pusat, dan tentu akan kami laksanakan sebegaimana yang diinginkan," ujarnya.

Namun, kondisi pemintaan masyarakat Tanjungpinang khususnya tidak telalu meminati daging beku. Karena, budaya masyarakat ibu kota Kepri ini lebih cenderung mengkonsumsi daging segar lokal yang saat ini harganya sudah berada di angka Rp140.000 /kg.

Dari sekian banyak komoditas bahan pangan yang ada, Wawan mengaku Bulog belum bisa mengcover seluruhnya. Sehingga dari 11 komoditas yang ada Bulog hanya mendaat sekitar 3 komoditas yaitu Padi, Jagung dan Kedelai (Pajalai)

"Saya juga kurang tau persis sebabnya, yang jelas informasi yang kami terima, Bulog hanya pegang komoditas pajalai," ujarnya.

Sementara itu, terkait pasar murah Ramadhan yang akan digelar Pemko Tanjungpinang pada 13 Juni 2016 nanti, Bulog sendiri diajak pemda setempat untuk memanfaatkan titik pasar murah tersebut sebagai lokasi operasi pasar. (Antara)


Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026