Logo Header Antaranews Kepri

Nelayan Karimun Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Sabtu, 6 Agustus 2016 15:13 WIB
Image Print
Radio komunikasi kami minta disiapkan sehingga bisa digunakan untuk meminta pertolongan, jika sewaktu-waktu menghadapi musibah atau kondisi darurat

Karimun (Antara Kepri) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, meminta nelayan setempat mewaspadai cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang memicu gelombang tinggi di perairan setempat.

"Nelayan, terutama nelayan tradisional menggunakan pompong (kapal kecil) dan sampan tetap waspada, terutama kondisi cuaca di perairan sekitar Moro dan Durai. Pakai jaket pengaman dan siapkan kompas," kata Kepala DKP Karimun Hazmi Yuliansyah di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Hazmi menjelaskan, kondisi cuaca dalam sebulan terakhir tidak menentu, sering terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Dia mengatakan meskipun cuaca cerah pada pagi hari, namun bisa berubah mendadak menjadi buruk menjelang sore yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran, terutama para nelayan yang menangkap ikan di perairan setempat.

Kapal nelayan Karimun yang berbobot 3 GT yang biasa menangkap ikan di laut lepas, termasuk perairan Natuna juga dia minta untuk waspada karena kondisi cuaca di perairan tersebut juga cukup ektrem.

"Radio komunikasi kami minta disiapkan sehingga bisa digunakan untuk meminta pertolongan, jika sewaktu-waktu menghadapi musibah atau kondisi darurat," tuturnya.

Imbauan tersebut dia sampaikan mengingat sebagian besar nelayan di daerah perbatasan tersebut adalah nelayan tradisional, apalagi saat ini mulai memasuki penghujung tahun, biasanya musim cuaca ekstrem di laut.

Jumlah nelayan tradisional, berdasarkan catatannya sekitar 5.000 orang yang tersebar di 12 kecamatan.

"Hasil tangkapan nelayan kita lumayan setelah Menteri Kelautan dan Perikanan membuat kebijakan melarang dan menenggelamkan kapal nelayan asing yang mencuri ikan di perairan kita. Namun demikian, nelayan harus tetap waspada terhadap cuaca," tuturnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikasi (BMKG) Stasiun Tanjung Balai Karimun juga memperkirakan hujan ringan disertai petir masih berpotensi terjadi di daerah setempat.

Kecepatan angin diperkirakan 5-30 kilomter per jam dengan ketinggian gelombang di laut berkisar 0,2 sampai 0,8 meter.

Kondisi cuaca seperti relatif kondusif dan masih aman bagi aktivitas pelayaran, termasuk juga transportasi darat dan udara. Namun demikian, nelayan tradisional harus tetap waspada," ucap staf BKMG Tanjung Balai Karimun Nizam Mawardi. (Antara)

Editor: Desi Purnamawati



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026