
DPRD Minta Bupati Lakukan Terobosan Tingkatkan PAD

Namun yang menjadi perenungannya adalah pepatah orang tua yang mengatakan, tidak boleh lebih besar pasak daripada tiang
Karimun (Antara Kepri) - Panitia Khusus DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, meminta Bupati Aunur Rafiq melakukan terobosan-terobosan dan inovasi untuk meningkatkan dan menggali sumber-sumber baru pendapatan asli daerah (PAD).
"Sehingga konsep berotonomi dalam mewujudkan sebuah daerah otonomi yang mandiri dapat cepat terwujud," kata Wakil Ketua Pansus Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan APBD 2015 Nyimas Novi Ujiani dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Karimun, Senin.
Ia mengatakan inovasi dan terobosan dalam meningkatkan PAD diharapkan dapat mengatasi masalah defisit anggaran akibat makin merosotnya sumber pendapatan dari dana transfer pusat.
Novi menjelaskan, sesuai dengan penyampaian laporan realisasi anggaran dalam Ranperda LPP APBD 2015, sektor pendapatan pada 2015 terealisasi sebesar Rp968.683.374.362,92 dari target sebesar Rp1.153.130.611.639.
Realisasi pendapatan sebesar itu, lanjut dia, sedikit menurun dibandingkan 2014 dengan realisasi pendapatan sebesar Rp1.054.154.143.520 dari target Rp1.103.209.455.811.
"Terjadi kemunduran sebesar Rp184.447.237.276,07," kata dia dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Karimun Azmi dan dihadiri Bupati Aunur Rafiq dan Wakil Bupati Anwar Hasyim itu.
Sedangkan belanja pada 2015, ujar dia, terealisasi sebesar Rp989.642.700.657,50 atau menurun dibandingkan 2014 sebesar Rp1.054.154.143.520,16.
Selanjutnya, untuk penerimaan pembiayaan pada 2015, terealisasi Rp50.139.874.888,72, dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp500.000.000 dan pembiayaan netto sebesar Rp49.639.874.888,72.
Dari angka pendapatan dan belanja tersebut, lanjut dia, maka dapat diketahui bahwa kondisi APBD 2015 mengalami defisit sebesar Rp20.959.326.295,57.
Pansus, lanjut dia, mengapresiasi bupati dan jajarannya dapat menggunakan APBD 2015 dengan maksimal, dengan anggaran yang terserap mencapai 84 persen.
"Namun yang menjadi perenungannya adalah pepatah orang tua yang mengatakan, tidak boleh lebih besar pasak daripada tiang. Maksudnya adalah, pansus mohon penjelasan dari bupati apa dasarnya sehingga anggaran 2015 sama seperti tahun sebelumnya yang mengalami defisit di angka Rp20.959.326.295,57," tuturnya.
Untuk itu, lanjut politikus PKB itu, bupati bersama jajaran di SKPD diharapkan dapat menggali potensi PAD yang baru sehingga pendapatan dari Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat yang terus merosot tidak berpengaruh terhadap pendapatan secara menyeluruh.
Ia mengatakan realisasi PAD tahun 2015 yang melebihi target memang patut diapresiasi. Dari target sebesar Rp311.963.968.752 terealisasi sebesar Rp360.641.751.642,93.
"Terakhir, yang menjadi catatan bagi kami, angka defisit pada 2014 mencapai Rp300 miliar atau seperempat dari APBD, begitu juga pada 2015 dan tidak menutup kemungkinan terjadi pada tahun ini dan 2017. Momentum defisit ini hendaknya menjadi penting bagi bupati untuk menunjukkan kemampuannya dalam menggali pundi-pundi PAD yang baru," kata dia.
Rapat paripurna dengan agenda LPP APBD 2015 tersebut dilanjutkan Selasa (16/8) dengan tanggapan Bupati Karimun Aunur Rafiq atas laporan pansus dan pandangan fraksi-fraksi. (Antara)
Editor: Sigit Pinardi
Pewarta : Rusdianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
