
DPRD Desak Aparat Usut Penyebab Pompong Tenggelam

Jika menyangkut keamanan, kenyamanan transportasi, jangan ditawar-tawar. Karena ini menyangkut nyawa manusia
Batam (Antara Kepri) - DPRD Provinsi Kepulauan Riau mendesak aparat kepolisian mengusut dan mengungkap mengungkap penyebab kapal kayu yang membawa belasan penumpang di perairan Tanjungpinang, Minggu (21/8).
"Aparat berwenang agar mengungkap penyebab musibah tersebut hingga terang benderang. Sehingga, kejadian ini bisa menjadi peringatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali kata Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak di Batam Kepri, Senin.
Ia meminta kepada seluruh pemangku transportasi untuk konsisten mengutamakan keamanan transportasi.
Syahbandar juga diharapkan lebih selektif memberikan izin berlayar jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
"Jika menyangkut keamanan, kenyamanan transportasi, jangan ditawar-tawar. Karena ini menyangkut nyawa manusia," tegasnya dalam siaran pers.
Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban kapal pompong yang tenggelam tujuan Tanjungpinang-Penyengat.
"Mewakili pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kepri, saya menyampaikan turut berduka cita kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Saya mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," kata Jumaga.
Kapal pompong (kapal kayu bermesin) yang melayani lalu lintas laut Pulau Penyengat-Tanjungpinang, karam setelah dihantam gelombang.
Perahu pompong yang memuat 16 orang penumpang, dan seorang nakhoda itu tenggelam di perairan antara Pelabuhan Sri Bintan Pura menuju Pulau Penyengat, Minggu sekitar pukul 09.05 WIB.
Dua dari 17 orang penumpang berhasil selamat dalam insiden itu. Resti (25), warga Batam berhasil diselamatkan, sedangkan Said, tekong penambang pompong juga berhasil selamat.
Sementara 10 penumpang tidak berhasil diselamatkan. Sedangkan lima penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Badan SAR Nasional, Pemerintah Tanjungpinang dan Pemerintah Kepulauan Riau membangun posko tanggap darurat untuk mengakomodasi kebutuhan petugas dan keluarga yang mencari lima dari 17 korban perahu pompong tenggelam. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
