Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam Ingin Serap Industri Berteknologi Tinggi

Selasa, 23 Agustus 2016 01:21 WIB
Image Print
Kita melakukan upaya untuk secepatnya bisa otomatisasi pelayanan perizinan. Jadi yang selama ini masih manual dalam izin kepengusahaan akan dimasukkan sebagai online

Jakarta (Antara Kepri) - Kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan Batam ingin menyerap industri berteknologi tinggi untuk meningkatkan nilai tambah.

"Kita ingin membuat Batam memiliki nilai tambah yang tinggi. Oleh karena itu inginnya kita memasukkan industri yang high tech," kata Kepala Badan Pengusahaan Batam Hatanto Reksodipoetro usai bertemu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin.

Menurut Hatanto, industri dengan nilai tambah tinggi akan memberikan pendapatan yang lebih besar kepada negara.

Ia menyampaikan, adapun beberapa industri yang dimaksud antara lain, industri perawatan dan perbaikan pesawat atau Maintainance Repair and Overhaul (MRO), galangan kapal, animasi dan Teknologi Informasi (IT).

"Industri tersebut yang akan kita arahkan," tukasnya.

BP Batam tengah memperbaiki sistem perizinan agar lebih cepat dan akuntabel dalam menerapkan kemudahan izin langsung konstruksi.

Selain itu, lanjut Hatanto, BP Batam juga menerapkan sistem pengalokasian dan memperbaiki lahan tidur.

"Kita melakukan upaya untuk secepatnya bisa otomatisasi pelayanan perizinan. Jadi yang selama ini masih manual dalam izin kepengusahaan akan dimasukkan sebagai online," ungkap Hatanto.

Sementara itu, pengalokasian lahan juga diupayakan menggunakan sistem online, namun hal tersebut masih membutuhkan waktu.

"Kalau izin-izin usaha lebih mudah untuk online, tapi membuat sistem online untuk pengalokasian lahan itu jauh lebih rumit," ujar Hatanto. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026