
BP Batam Ingin Serap Industri Berteknologi Tinggi

Kita melakukan upaya untuk secepatnya bisa otomatisasi pelayanan perizinan. Jadi yang selama ini masih manual dalam izin kepengusahaan akan dimasukkan sebagai online
Jakarta (Antara Kepri) - Kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan Batam ingin menyerap industri berteknologi tinggi untuk meningkatkan nilai tambah.
"Kita ingin membuat Batam memiliki nilai tambah yang tinggi. Oleh karena itu inginnya kita memasukkan industri yang high tech," kata Kepala Badan Pengusahaan Batam Hatanto Reksodipoetro usai bertemu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin.
Menurut Hatanto, industri dengan nilai tambah tinggi akan memberikan pendapatan yang lebih besar kepada negara.
Ia menyampaikan, adapun beberapa industri yang dimaksud antara lain, industri perawatan dan perbaikan pesawat atau Maintainance Repair and Overhaul (MRO), galangan kapal, animasi dan Teknologi Informasi (IT).
"Industri tersebut yang akan kita arahkan," tukasnya.
BP Batam tengah memperbaiki sistem perizinan agar lebih cepat dan akuntabel dalam menerapkan kemudahan izin langsung konstruksi.
Selain itu, lanjut Hatanto, BP Batam juga menerapkan sistem pengalokasian dan memperbaiki lahan tidur.
"Kita melakukan upaya untuk secepatnya bisa otomatisasi pelayanan perizinan. Jadi yang selama ini masih manual dalam izin kepengusahaan akan dimasukkan sebagai online," ungkap Hatanto.
Sementara itu, pengalokasian lahan juga diupayakan menggunakan sistem online, namun hal tersebut masih membutuhkan waktu.
"Kalau izin-izin usaha lebih mudah untuk online, tapi membuat sistem online untuk pengalokasian lahan itu jauh lebih rumit," ujar Hatanto. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
