
Tim Gabungan Polda Kepri Razia Preman Batam

Pada lokasi tersebut anggota tidak menemukan preman, hanya ada pengemis, pedagang asongan dan pengamen. Anggota Satpol PP kemudian membawa ke Dinas Sosial
Batam (Antara Kepri) - Tim gabungan dari jajaran Polda Kepulauan Riau dan Pemkot Batam melakukan razia preman di sejumlah tempat sebagai upaya menjaga keamanan kota tersebut.
"Beberapa loksi kami razia pada Sabtu malam hingga Minggu dinihari. Selain sejumlah preman, kami juga mengamankan sejumlah orang yang tengah berjudi," kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono di Batam.
Kegiatan razia dipimpin oleh Wadir Ditreskrimum AKBP Toto Wibowo dengan personel Ditreskrimum Polda Kepri, jajaran Dit Sabhara Polda Kepri dan Sat Pol PP kota Batam.
Sebelum razia, diawali dengan Apel bersama di Lapangan Engku Putri Batam Center. Selanjutnya jajaran bergerak ke simpang Kabil Lampu merah Kepri Mal.
"Pada lokasi tersebut anggota tidak menemukan preman, hanya ada pengemis, pedagang asongan dan pengamen. Anggota Satpol PP kemudian membawa ke Dinas Sosial," kata dia.
Selanjutnya jajaran melakukan razia pada sejumlah titik di Batu Aji meskipun tidak mendapatkan target yang diharapkan.
"Setelah itu, Jajaran melanjutkan kegiatan razia di Belakang Bank BCA Jodoh, dan menemukan tindak pidana perjudian. Selain itu polisi juga melihat adanya pekerja prostitusi. Polisi langsung mengamankan para pelaku yang terlibat," kata Hartono.
Untuk kasus perjudian para pelaku dibawa ke Ditreskrimum Subdit 3 Polda Kepri, sementara pekerja seks komersial dibawa ke Dinas Sosial Batam.
Terakhir, kata dia, tim gabungan merazia para pengunjung Pantai Pasir Putih, Ocarina Batam Center dan menjaring sejumlah preman dan pasangan muda-mudi yang tengah berduaan.
"Mereka yang terjaring razia dilakukan pendataan. Kegiatan ini merupakan upaya kepolisian dan bertujuan untuk menertibkan lingkungan agar tetap tertib dan aman," kata dia.
Kawasan Pantai Pasir Putih selama ini sering menjadi lokasi tindak kejahatan karena gelap. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
