Logo Header Antaranews Kepri

Jumlah Imigran Pencari Suaka Terus Bertambah

Selasa, 6 September 2016 20:10 WIB
Image Print
Sudah meresahkan. Tentulah meresahkan. Berapa lama mereka mampu bertahan di sana

Batam (Antara Kepri) - Jumlah imigran pencari suaka yang tinggal dengan membangun tenda-tenda di taman Kota Batam Kepulauan Riau terus bertambah hingga meresahkan masyarakat, kata Wali Kota Muhammad Rudi di Batam, Selasa.

Sebelumnya pemerintah mencatat sekitar 60 orang imigran tinggal di taman yang berlokasi di pusat pemerintahan itu namun kini jumlahnya sudah mencapai 95 orang.

"Sudah meresahkan. Tentulah meresahkan. Berapa lama mereka mampu bertahan di sana," kata Wali Kota.

Kehadiran imigran mulai mengganggu masyarakat karena menggunakan fasilitas umum seperti toilet di musola DPRD yang menjadi tidak terawat.

Ia khawatir bila imigran tidak segera ditangani maka akan menimbulkan dampak sosial.

Apalagi imigran nampak mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, bahkan ada yang sudah bisa berbahasa Indonesia.

Ada pula beberapa anak yang bersekolah di Batam.

"Nanti jadi masalah sosial, berpacaran dengan warga Batam, masalah lagi," katanya.

Wali Kota mengingatkan, Batam adalah kota industri yang berharap pada investasi.

Bila ada masalah sosial maka dikhawatirkan akan mengganggu perekonomian.

Pemkot Batam menyurati Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan untuk meminta petunjuk cara penanganan imigran.

"Kami meminta petunjuk, apakah dikembalikan ke daerah sebelum mereka sampai di Batam, atau bagaimana," kata dia.

Sementara itu, Taman Aspirasi yang terletak di antara Gedung Kejaksaan Negeri dengan Gedung DPRD, dekat dengan Kantor Pengadilan Negeri dan berhadapan dengan Kantor Imigrasi itu sudah dipenuhi tenda.

Ada tenda kemah, ada juga tenda terbuat dari terpal yang hanya membentang antara satu pohon dengan pohon lain.

Di antara tenda juga nampak tali-tali yang difungsikan sebagai jemuran baju milik imigran.

Kalau hujan turun, pencari suaka terpaksa berlari ke gedung-gedung sekitar, meski tidak masuk, hanya berdiri di luar.

Untuk air, para pencari suaka biasa mengambil dari keran air minum yang terdapat di halaman dalam Gedung DPRD dan Pemkot Batam.

Dan untuk makan, dia menyatakan didapat dari warga Batam yang memberikan sumbangan.

Para pencari suaka juga memanfaatkan toilet di gedung-gedung sekitar untuk buang air besar, kecil dan mandi. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026