
Rudi Minta Kasus Satpol PP tidak Dipolitisasi

Kamu dukung saya bukan bagian Satpol, tapi sebagai masyarakat.
Batam (Antara Kepri) - Wali Kota Batam, Kepulauan Riau, Muhammad Rudi meminta kasus penerimaan 825 anggota Satuan Polisi Pamong Praja tidak dipolitisasi dan dihubungkan dengan Pemilihan Kepala Daerah 2014.
"Tidak usah ke politik, saya tidak tahu-menahu," kata Wali Kota Rudi di Batam, Rabu.
Hal itu diungkap Rudi menanggapi pernyataan seorang pemuda yang mengatakan diminta pejabat di Satpol PP untuk memenangkan Rudi-Amsakar.
Rudi menyatakan terima kasih atas dukungan pemuda itu untuk memenangkan dirinya, tapi tetap harus dipisahkan dari persoalan proses penerimaan Satpol PP.
"Kamu dukung saya bukan bagian Satpol, tapi sebagai masyarakat," kata Rudi.
Seorang pemuda, dalam pertemuan dengan Wali Kota mengaku diminta untuk memenangkan Rudi-Amsakar dalam Pilkada 2014, demi memperjuangkan nasibnya sebagai anggota Satpol PP.
"Ada satu kalimat yang buat saya bangga, ada perintah pilih nomor 1 (Rudi-Amsakar), Saya berjuang habis-habisan, karena itu perintah komandan kami. Agar bagaimana kami dapat duduk manis, mencicipi penderitaan. Kami bergerak biar Bapak menang," ceritanya di hadapan Rudi.
Sementara itu, 825 pemuda mengaku telah direkrut sebagai pegawai honor daerah di bagian Satuan Polisi Pamong Praja dan melalui serangkaian seleksi pada 2014.
Mereka sudah dibuatkan baju seragam Satpol PP baru sebagai bentuk penerimaan pegawai honor daerah. Para pemuda juga sudah melaksanakan tes urine sebagai syarat pengangkatan.
Namun hingga kini pengangkatan dari pemkot tidak kunjung dilaksanakan.
Padahal pada 2015, pemuda itu sudah pernah ditugasi untuk berjaga di kecamatan, meski tidak pernah menerima gaji.
Wali Kota menolak melanjutkan proses pengangkatan Satpol PP karena bertentangan dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
