Logo Header Antaranews Kepri

Karimun Waspada Demam Berdarah Dengue

Minggu, 18 September 2016 06:22 WIB
Image Print
Mari sama-sama kita tingkat kebersihan lingkungan untuk mengantisipasi berkembang biaknya nyamuk, jangan sampai ada lagi korban DBD yang meninggal dunia

Karimun (Antara Kepri) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue yang berpotensi merebak selama musim hujan.

"Warga dan petugas kesehatan agar waspada mengingat wabah DBD sangat rawan selama musim hujan dengan kondisi cuaca ekstrem akhir-akhir ini," kata Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim di Tanjung Balai Karimun.

Anwar Hasyim mengatakan, pencegahan penyakit DBD tidak akan berhasil kalau tidak didukung oleh masyarakat, melalui gerakan 3M Plus, Menguras, Menutup, Mengubur dan Memantau wadah atau tempat bersarang dan berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti, faktor penularan DBD.

"Mari sama-sama kita tingkat kebersihan lingkungan untuk mengantisipasi berkembang biaknya nyamuk, jangan sampai ada lagi korban DBD yang meninggal dunia," kata dia.

Wakil bupati juga meminta kepada masyarakat untuk mengencarkan gerakan menabur bubuk abate pada bak mandi dan wadah-wadah untuk mencegah hidupnya jentik-jentik.

"Silakan minta bubuk abate di puskesmas-puskesmas. Dan informasikan kepada petugas kalau ada warga yang mengalami gejala terserang DBD, agar petugas dapat dengan segera melakukan fogging (pengasapan)," kata Anwar Hasyim yang pernah menjabat Sekda dan anggota DPRD Karimun tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun Sensissana juga mengimbau masyarakat untuk waspada, meskipun jumlah kasus DBD sedikit lebih kecil dibandingkan tahun lalu.

"Jangan sampai KLB (kejadian luar biasa). Yang harus diwaspadai adalah anak-anak dan orang tua. Segera bawa ke dokter atau ke puskesmas jika mengalami demam panas tinggi, jangan biarkan lebih dari dua hari," ujarnya.

Berdasarkan data Dinkes, jumlah kasus DBD sejak Januari 2016 sebanyak 368 kasus, dengan kasus tertinggi di Kecamatan Tebing sebanyak 139 kasus, disusul Karimun dan Meral masing-masing 59 kasus, kemudian Moro 35, Meral Barat 25, Kundur 24, Buru 12, Kundur Barat 9, Kundur Utara 6, dan Kecamatan Belat 1 kasus.

Sedangkan berdasarkan data perbulan, jumlah kasus DBD terbanyak pada Januari sebanyak 104 kasus, Februari 61 kasus, Maret 59, April 28, Mei 20, Juni 10, Juli 28, Agustus 42 dan September 17 kasus.

Dari jumlah sebanyak itu, 7 di antaranya meninggal dunia.

Jumlah korban DBD pada tahun ini, sedikit lebih rendah dibandingkan 2014 dengan 390 orang, dengan korban meninggal dunia sebanyak 8 orang. Pada 2014, Pemkab Karimun menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk DBD. (Antara)

Editor: Eddy Supriyatna Syafei



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026