
Danlantamal: Tim WFQR Dibentuk Untuk Amankan Selat Malaka

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) dibentuk untuk mengamankan Selat Malaka, salah satu perairan padat aktivitas pelayaran, kata Komandan Lantamal IV/Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S Irawan.
"Untuk menjawab tantangan, menjadikan Selat Malaka tetap aman, kami bentuk Tim WFQR, dalam setahun terakhir berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan," ujarnya kepada Perwira Siswa Dikreg Seskoal angkatan ke-54 tahun 2016 di Seskoal Bumi Cipulir, Jakarta Selatan, Senin.
Dikutip dari rilis Dinas Penerangan Lantamal IV/Tanjungpinang, Irawan mengemukakan Tim WFQR berhasil menepis isu negatif tentang kejahatan di Selat Malaka, dengan menumpas berbagai kejahatan yang terjadi di perairan itu.
Saat ini, menurut dia tim itu telah membuktikan mampu mengamankan Selat Malaka. Bahkan itu itu mendapat pengakuan dari dunia internasional.
"Kami upayakan tidak ada lagi kejahatan yang terjadi di Selat Malaka," tegasnya.
Dia menjelaskan WFQR, tim reaksi cepat Koarmabar itu menganut sistem pengendalian operasi dibawah kendali Pangarmabar melalui optimalisasi aset yang dimiliki Koarmabar.
Pola kerja tim ini mengedepankan peran operasi keamanan laut terbatas pada satuan kewilayahan Lantamal dengan dukungan satuan dari unsur KRI Gugus Tempur Laut (Guspurlabar) dan Gugus Keamanan Laut Barat (Guskamlabar).
Sepak terjang kinerja WFQR, berhasil menekan tingkat kejahatan hingga nol di perairan Selat Malaka dan perairan Kepri seperti sindikat kejahatan asuransi, oli ilegal, perompakan kapal, pencurian dengan kekerasan di laut, perdagangan manusia, dan narkoba.
Selain itu, kata dia tim berhasil menangkap nelayan asing yang mencuri ikan, pencurian barang muatan kapal tenggelam (BMKT), penangkapan kapal buruan interpol, penyeludupan barang, pelanggaran wilayah, dan SAR (Search And Rescue).
"Sampai saat ini pertanggal 25 November 2015 jumlah total pelaku perompakan 66 orang tertangkap dan daftar pencarian orang sebanyak 6 orang. Sebagaian besar pelaku kejahatan yang berhasil ditangkap WFQR sudah diproses hukum," katanya.
Irawan mengatakan prestasi Tim WFQR menjadi perhatian dunia internasional. Bahkan media televisi asingpun seperti CNN, Aljazirah ingin mengetahui sepak terjang kinerja dari WFQR, dengan melakukan wawancara khusus dengan Pangarmabar. (Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
