
Bandara Hang Nadim Tambah Bus Penumpang

Saat ini sudah ada bus antar jemput penumpang dari terminal ke pesawat. Kami upayakan penambahan dua lagi mengingat apron diperluas
Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan dua unit bus baru untuk melayani penumpang dalam kawasan Bandara Hang Nadim Batam, khususnya yang pesawatnya parkir jauh dari terminal.
"Saat ini sudah ada bus antar jemput penumpang dari terminal ke pesawat. Kami upayakan penambahan dua lagi mengingat apron diperluas," kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono di Batam, Kamis.
Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang berkapasitas hingga lima juta penumpang per tahun merupakan fasilitas milik BP Batam yang berstatus Badan Udaha Bandar Udara (BUBU).
"Nantinya maskapai diharapkan menggunakan fasilitas bus tersebut untuk membawa penumpang jika parkirnya jauh. Karena saat ini apron diperluas pada sisi kiri untuk menampung lima pesawat lagi sementara belum tersedia tambahan garbarata," kata dia.
Pembangunan apron dengan ukuran 240x150 meter tersebut ditargetkan selesai akhir Desember 2016, sehingga awal 2017 sudah bisa digunakan untuk parkir pesawat.
"Jika itu selesai, maka penumpang yang pesawatnya terparkir di ujung apon akan sangat jauh kalau harus berjalan. Jadi diharapkan maskapai-maskapai mau menggunakan bus tersebut sebagai layanan penumpang," kata Purnomo.
Meskipun pihak bandara menyediakan bus, kata Purnomo, namun semuanya tergangtung masing-masing maskapai mau menggunakan atau tidak.
"Biasanya yang maskapai berbiaya rendah kan enggan menggunakan untuk mengurangi biaya sewa. Untuk maskapai seperti Garuda Indonesia tidak ada masalah jika harus menggunakan fasilitas bus itu," kata dia.
Purnomo mengatakan, tidak bisa memaksa maskapai untuk menggunakan fasilitas tersebut agar penumpang tidak berjalan jauh mengingat tidak ada dasar hukumnya.
"Kalau ada dasarnya Peraturan Menhub lebih enak. Mau nggak mau maskpai harus pakai. Tapi ini kan tidak ada, jadi kami tidak bisa memaksa," kata Purnomo. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
