
Bidan Dilarang Kerja Sama Produsen Susu Formula

Bidan dilarang bekerja sama komitmen bisnis dengan produsen susu formula. Tapi kalau kerja sama pemberian pelatihan, masih boleh
Batam (Antara Kepri) - Ikatan Bidan Indonesia menegaskan seluruh bidan dilarang bekerja sama dengan produsen susu formula yang berkaitan dengan komitmen memperdagangkan merek tertentu kepada ibu yang baru saja melahirkan, demi mengutamakan pemberian Air Susu Ibu.
"Bidan dilarang bekerja sama komitmen bisnis dengan produsen susu formula. Tapi kalau kerja sama pemberian pelatihan, masih boleh," kata ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia, Dr Emi Nurjasmi usai penutupan Rakernas VI IBI di Batam Kepulauan Riau, Rabu.
Ia mengatakan IBI mendukung penuh pemberian ASI eksklusif dan Inisiasi Menyusui Dini, sehingga seluruh bidan diharapkan ikut mendorong para ibu untuk memberikan ASI dan menjalankan IMD.
Bidan diharapkan juga turut membantu para ibu yang baru melahirkan agar sukses menjalankan IMD dan memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang baru dilahirkan.
Sementara itu, dalam Rakernas IBI dilakukan juga pertemuan ilmiah tahunan, yang diisi dengan pemaparan dari ahli dan presentasi makalah berupa telaah literatur maupun hasil penelitian kebidanan yang menampilkan berbagai perkembangan keilmuan kebidanan.
PIT itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas bidan anggota IBI melalui pengetahuan di bidang Iptek, Pendidikan, Perkembangan Pelayanan dan Kebijakan terkait dengan peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak.
Ia menyatakan saat ini sudah banyak bidan yang aktif dan makin intensif melakukan penelitian di institusi pendidikan, pelayanan, dan pemerintahan serta lembaga lain dari seluruh pelosok tanah air. Namun sayang, penelitian tersebut belum dipublikasikan dan disosialisasikan secara optimal.
Di tempat yang sama, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono mengapresiasi keberadaan bidan yang dianggap berhasil meningkatkan akses kesehatan ibu dan anak.
Meski begitu, ia berharap bidan terus meningkatkan kualitasnya demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
