
Pembangunan Pelabuhan Modern Punggur Capai 80 Persen

Secara keseluruhan pembangunan sudah 80 persen. Saat ini masuk pengerjaan tambahan (contract change order/CCO) sesuai yang diajukan kontraktor. Diperkirakan pembangunannya akan sampai Desember
Batam (Antara Kepri) - Pembangunan Pelabuhan Modern Telaga Punggur Batam, Kepulauan Riau, secara keseluruhan sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2016.
"Secara keseluruhan pembangunan sudah 80 persen. Saat ini masuk pengerjaan tambahan (contract change order/CCO) sesuai yang diajukan kontraktor. Diperkirakan pembangunannya akan sampai Desember," kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono di Batam, Senin.
Dalam kontrak awal senila Rp64 miliar, pembangunan gedung utama pelabuhan tersebut seharusnya selesai pada akhir Oktober 2016. Namun berdasarkan rapat evaluasi mingguan, kontraktor mengajukan CCO.
Pengerjaan tambahan tersebut, kata dia, di antaranya pembangunan ruang untuk alat pemindai (x-ray), tiang pancang, jalan darurat untuk pemadam kebakaran sebagai syarat sebuah bangunan bertingkat.
Ia berharap, pelabuhan tersebut akan segera bisa digunakan setelah pembangunan selesai pada Desember 2016. Mengingat saat ini pelabuhan beroperasi dengan terminal sementara yang sempit.
"Kami berharap pembangunan pelabuhan ini segera selesai dan bisa digunakan. Sehingga pengguna bisa merasa nyaman," kata Purnomo.
Pelabuhan Telaga Punggur adalah pelabuhan utama yang menghubungkan Kota Batam sebagai pusat industri, perdagangan dan jasa dengan ibu kota Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang.
Pengerjaan pembangunan pelabuhan yang berada pada sisi timur Pulu Batam tersebut sudah dimulai sejak awal 2015 setelah sebagian gedung lama dirobohkan. Sebagian gedung lama lainnya akan segera dirobohkan jika pengerjaan gedung baru selesai.
Berdasar data BP Batam selaku pemilik pelabuhan, luas bangunan lantai satu Terminal Telaga Punggur adalah 2.997 meter persegi dan akan dimanfaatkan untuk areal kedatangan, parkir inap, pertokoan dan kantor pengamanan.
Sedangkan lantai II dan III dengan luas bangunan 3.031 meter persegi akan digunakan sebagai areal keberangkatan, UPT Pelabuhan Laut, Karantina, Syahbandar, P2K, Bea dan Cukai, tempat ibadah, ruang VIP, kawasan komersial, kawasan kedatangan calon penumpang dan kawasan penjualan tiket feri.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
