Logo Header Antaranews Kepri

Polda Kepri Telusuri TPPU Pencuri Minyak

Selasa, 29 November 2016 11:43 WIB
Image Print
Sampai saat ini, masih sembilan orang. Mereka terdiri atas awak kapal dan O seorang karyawan hotel yang memberikan perintah untuk melakukan kegiatan itu

Batam (Antara Kepri) - Kapolda Kepri Brgjen Polisi Sam Budigusdian mengatakan pihaknya akan menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap A pemilik tanker Nona Tang II yang meledak beberapa waktu lalu.

"Kami akan telusuri dugaan TPPU-nya," kata Sam usai rilis tangkapan narkoba di Polda Kepri, Batam, Senin.

A adalah orang yang memerintahkan pada seorang tersangka pencurian CPO barang bukti persidangan milik Kejaksaan di Karimun berinisial O. O selanajutnya memerintahkan ABK Tanker Nona Tang II berlayar dari Batam menuju perairan Kabupaten Karimun, tidak jauh dari dermaga Bea Cukai, untuk mencuri minyak mentah tersebut.

Berdasarkan informasi, A yang juga merupakan pemilik salah satu hotel di Kota Batam sudah melarikan diri setelah kapal tanker tersebut meledak dan terbakar.

"Kalau dari kami tinggal mengeluarkan namanya dalam daftar pencarian orang (DPO). Artinya, yang selama ini disangkakan benar," kata Sam.

Saat ini, kata Sam, pihaknya masih mendalami dan mengumpulkan bukti keterkaitan A dalam kasus pencurian minyak dari Kabupaten Krimun tersebut.

Kapolres Karimun AKBP Armaini mengatakan bahwa hingga saat ini jumlah tersangka kasus pencuriaan oleh MT Nona Tang II berjumlah sembilan orang.

"Sampai saat ini, masih sembilan orang. Mereka terdiri atas awak kapal dan O seorang karyawan hotel yang memberikan perintah untuk melakukan kegiatan itu," kata Armaini.

Tanker Nona Tang II yang juga diketahui memiliki nama MT Fajar meledak di Pantai Stres Batam pada 17 November 2016 saat dalam proses perbaikan. Pada bulan Oktober, kapal tersebut untuk mencuri CPO di Karimun, kemudian mereka jual di OPL.

Saat sudah berlabuh di Pantai Stres Batam untuk kegiatan perbaikan, kapal tanker tersebut justru meledak dan terbakar diduga salah perhitungan saat perbaikan.

Dalam kasus tersebut, seorang meninggal dunia setelah jatuh terpental puluhan meter ketika terjadi ledakan dan tiga lainnya menderita luka.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026