Logo Header Antaranews Kepri

322 Desa di Kepri Sudah Dialiri Listrik

Jumat, 30 Desember 2016 22:26 WIB
Image Print
Ekonomi menjadi tumbuh karena listrik merupakan penggerak ekonomi masyarakat

Karimun (Antara Kepri) - Sebanyak 322 desa di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah memperoleh aliran listrik pada tahun 2016, kata General Manager PT PLN Wilayah Riau dan Kepri Feby Joko Priharto.

"Pembangunan infrastruktur listrik hingga desa-desa, termasuk juga di pulau-pulau terdepan merupakan komitmen kami untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat," kata dia dalam kunjungannya ke Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Febry Joko Priharto berkunjung ke Karimun untuk meresmikan secara simbolis penerangan listrik untuk 15 desa di Provinsi Kepri, antara lain yang baru menikmati listrik, antara lain dua desa di Kabupaten Karimun, dua di Anambas, 6 di Natuna dan 5 desa di Kabupaten Lingga.

16 desa yang baru menikmati listrik itu termasuk dari 322 desa di Kepri yang terang benderang menggunakan lampu berenergi listrik.

Perluasan penerangan listrik menjangkau desa-desa, menurut Feby, dilakukan dengan menambah kapasitas mesin pembangkit, penambahan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah).

Menurut dia, jumlah anggaran yang telah diinvestasikan untuk jaringan listrik di desa-desa mencapai Rp187 miliar selama 2016, yaitu untuk pembangunan JTM 108,87 kms, JTR 95,146 kms, dan penambahan kapasitas gardu distribusi sebesar 3.450 kVA.

Dia mengharapkan, dana yang diinvestasi tersebut menghasilkan sebuah efek yang positif bagi pembangunan perekonomian masyarakat desa.

"Ekonomi menjadi tumbuh karena listrik merupakan penggerak ekonomi masyarakat," kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, PLN Wilayah Riau dan Kepri masih akan melanjutkan program jaringan listrik desa karena masih ada 95 desa desa yang belum mendapatkan sambungan listrik.

"Rasio desa yang telah dialiri listrik di Kepri sudah mencapai 77,22 persen," ucapnya.

Dia juga mengharapkan warga masyarakat menjaga sarana infrastruktur listrik yang telah dimiliki sehingga menjadi aset yang bermanfaat dengan berfungsi baik dan berkualitas bagus.

Feby juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan peningkatan jam nyala listrik di sejumlah desa di Provinsi Kepri, dari 14 jam menjadi 24 jam dalam sehari, yaitu di Desa Marok Tua, Marok Kecil, Bakong, Pancur, Pauh dan Desa Resang.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang turut menghadiri acara tersebut mengapresiasi komitmen PLN untuk memperluas akses listrik hingga desa-desa terpencil, dan di pulau-pulau di Provinsi Kepri.

"Listrik kebutuhan vital masyarakat, dengan listrik semuanya bisa dibuat dan ekonomi otomatis tumbuh dan berkembang, itulah multiefeknya bagi kemajuan desa di semua sektor," tutur Nurdin yang juga mantan Bupati Karimun tersebut.

Nurdin mengharapkan agar PLN kembali membuat program perluasan infrastruktur listrik dengan jam nyala sampai 24 jam di desa-desa pada 2017.

Sementara itu, Sekda Karimun Muhammad Firmansyah menyampaikan terima kasih kepada PLN yang telah memperluas penerangan listrik di dua desa di Kecamatan Kundur.

"Saya berharap tahun depan diperluas ke desa-desa lain, di Karimun ini ada 42 desa dan sebagian besar belum punya listrik, kalaupun ada baru menyala 14 jam," ucap Firmansyah yang baru dilantik sebagai Sekda Karimun pada Kamis (29/12).

Selain peresmian penerangan listrik untuk 15 desa, PLN Wilayah Riau dan Kepri juga menyalurkan dana CSR atau dana tanggung jawab sosial perusahaan sebesar Rp80, terdiri atas bantuan untuk anak kurang mampu Rp30 juta dan bantuan sarana pengadaan air bersih senilai Rp50 juta di Pulau Parit, Kecamatan Karimun.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026