
Peserta KB Baru Kepri 50.322 Orang

Batam (ANTARA News) - Peserta KB baru di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dari Januari-Agustus 2011 mencapai 50.322 orang.
"Selama 2011 kami menargetkan mendapatkan peserta KB baru sebanyak 61.900 peserta dan hingga Agustus telah memenuhi 82,65 persen dari target tersebut," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau, Sunarto di Batam, Selasa.
Berdasarkan data dari BKKBN Perwakilan Kepri, peserta KB baru tersebut terdiri dari IUD (kontrasepsi dalam rahim) 1.897 peserta, metode operasi wanita (MOW/sterilisasi wanita) 467 peserta, implant (susuk) 2.482 peserta, suntik 20.497 peserta, pil 13.012 peserta, metode operasi pria (MOP/sterilisasi pria) 55 peserta, dan kondom 11.802 peserta.
"Untuk IUD dan MOW angaknya telah melebihi target yang ditetapkan pada awal tahun," tambah dia.
Sunarto mengatakan, pada awal 2011, target peserta baru KB IUD hanya 1.680, sementara pencapaian hinggan Agustrus 1.897 peserta (112,92 persen), sedangkan target MOW sebanyak 260 peserta baru, dan hingga Agustus telah mencapai 467 peserta (179,62 persen).
"Data tersebut menunjukkan jumlah peserta KB jangka panjang untuk wanita terus meningkat," kata dia.
Tahun ini, kata Sunarto agar seluruh masyarakat di tujuh kota/kabupaten Provinsi kepri mendapatkan pelayanan yang baik, BKKBN juga melakukan pelatihan terhadap 80 dokter dan 355 bidan untuk melayanai KB metode IUD dan implant, serta 15 dokter untuk MOW dan 15 dokter MOP.
"Hingga kini sebanyak 48 dokter dan 252 bidan dari seluruh kota/kabupaten telah mendapat pelatihan," tambah dia.
Di samping itu, Sunarto menambahkan, mulai November hingga Desember 2011, BKKBN bekerjasama dengan TNI AL akan melayani KB di 35 pulau terluar, tertinggal, dan terpencil di seluruh provinsi setempat.
Selama ini mereka belum mendapatkan pelayanan kesehatan dan KB yang memadai.
Dengan program ini mereka akan diberikan pelayanan seperti masyarakat pada daerah yang lebih maju," tambah dia.
"Kami berharap, program KB kepulauan tersebut bisa meningkatkan rasa nasionalisme bagi mereka," katanya.
(pso-292/M019)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
