Logo Header Antaranews Kepri

Tim Kirim Dua Jenazah TKI Teridentifikasi

Selasa, 31 Januari 2017 20:19 WIB
Image Print
Kami juga berkoordinasi dengan tim yang ada di Johor untuk mengidentifikasi. Karena bisa jadi jenazah yang ada di Batam pembandingnya ada di Johor atau sebaliknya

Batam (Antara Kepri) - Tim DVI Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri mengirimkan dua jenazah calon TKI korban kecelakaan kapal di perairan Johor Malaysia ke pihak keluarga pada Selasa siang.

"Tadi dua jenazah sudah dikirimkan ke pihak keluarga untuk pemakaman. Keduanya adalah Samsuri asal Jawa Timur dan Muhtip asal Lombok," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga di Mapolda Kepri, Batam, Selasa.

Samsuri asal Sambijajar, Tulungagung Jawa Timur merupakan jenazah dengaan kode label 003 yang ditemukan pada Jumat (27/1) di Perairan Kabupaten Bintan.

Muhlip adalah jenazah kode 013 merupakan warga Kampung Wijen Klebu, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Pemulangan kedua jenazah tersebut, kata dia menggunakan penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam menuju Surabaya dan Lombok.

"Untuk jenazah atas nama Zakarias asal Nusa Tenggara Timur yang juga sudah teridentifikasi akan dikirimkan ke pihak keluarga pada Rabu besok," kata Erlangga.

Saat ini, kata Erlangga tim masih berupaya keras mengidentifikasi 16 jenazah lain yang ditemukan di perairan Batam dan Bintan.

"Nanti kalau ada lagi yang teridentifikasi akan disampaikan. Saat ini tim tengah berupaya mengidentifikasi seluruh jenazah," kata dia.

Sementara itu, Posko Ante Mortem pada RS tersebut sudah menerima 16 data pembanding dari pihak keluarga. Dari 16 data tersebut, tiga cocok dengan jenazah di RS Bhayangkara.

"Kami juga berkoordinasi dengan tim yang ada di Johor untuk mengidentifikasi. Karena bisa jadi jenazah yang ada di Batam pembandingnya ada di Johor atau sebaliknya," kata Erlangga.

Pada 23 Januari 2017 pukul 9.17 waktu setempat telah terjadi kecelakaan perahu pembawa calon TKI (panjang lebih kurang 18 kaki) di Tanjung Rhu, Mersing, Johor. Sejumlah jenazah dan korban selamat ditemukan di Johor.

Banyaknya korban ditemukan di Batam dan Bintan diduga karena saat ini memasuki musim angin utara sehingga jenazah terbawa arus hingga ke Kepulauan Riau. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026