
Danlantamal IV Tegaskan Tidak Mundur Hadapi Teror

Buat apa buang energi untuk mengurus hal itu. Yang penting kami bekerja, melaksanakan tugas secara maksimal
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV/Tanjungpinang Laksamana Pertama S Irawan menegaskan, tidak akan mundur selangkah pun menghadapi teror banyak pihak yang terusik kinerja Tim Western Fleet Quick Response (WFQR).
"Upaya intervensi, menebar teror dan ancaman kepada Tim WFQR tidak menurunkan semangat kami untuk membersihkan perairan Kepri dari aksi kejahatan," tegasnya di Markas Lantamal IV/Tanjungpinang, Senin.
Irawan menegaskan Tim WFQR tanpa lelah melaksanakan tugas. Mereka melakukan penyelidikan hingga penangkapan terhadap pelaku kejahatan yang merugikan negara.
Dalam setahun terakhir puluhan aksi kejahatan berskala besar yang berhasil digagalkan Tim WFQR.
"Apa yang dilakukan Tim WFQR bagian dari tugas yang diberikan negara," ucapnya.
Karena itu, lanjutnya mereka tidak pernah gentar menghadapi ancaman maupun teror. Namun seluruh anggota Tim WFQR harus tetap waspada untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia sudah mendeteksi siapa saja yang berupaya melakukan intervensi, menebar ancaman dan teror. Mereka tidak hanya dari kalangan pengusaha.
Irawan tidak membeberkan siapa yang dimaksud, karena menganggap ancaman itu hanya bunga-bunga dalam menjalani tugas.
"Buat apa buang energi untuk mengurus hal itu. Yang penting kami bekerja, melaksanakan tugas secara maksimal," katanya.
Irawan menegaskan aksi yang dilakukan Tim WFQR Lantamal IV/Tanjungpinang didukung penuh oleh Kepala Staf Angkatan Laut. "Saya ini setiap saat diarahkan," katanya.
Keberhasilan Tim WFQR Lantamal IV/Tanjungpinang dalam memberantas aksi kejahatan di perairan Kepri diakui dunia internasional. Jalur internasional di perairan Selat Malaka yang selama ini dikampanyekan oleh pihak-pihak tertentu sebagai perairan yang rawan, kini dapat dipastikan nol kejahatan.
"Kami tegaskan Selat Malaka sekarang sudah aman, nol kejahatan. Pengawasan sangat ketat," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
