Logo Header Antaranews Kepri

Dinkes Karimun Waspadai Penyakit di Musim Pancaroba

Rabu, 15 Februari 2017 09:00 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Karimun Rachmadi. (antarakepri.com/Istimewa)
Kegiatan bersih lingkungan sebenarnya sudah kita giatkan sejak Oktober yang lalu, tujuannya untuk mencegah menjangkitnya berbagai penyakit akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Kadang hujan, kadang panas

Karimun (Antara Kepri) - Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Kepulauan Riau mengantisipasi munculnya berbagai penyakit yang rawan di musim pancaroba dengan menggiatkan gotong royong membersihkan lingkungan bersama warga.

"Kegiatan bersih lingkungan sebenarnya sudah kita giatkan sejak Oktober yang lalu, tujuannya untuk mencegah menjangkitnya berbagai penyakit akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Kadang hujan, kadang panas," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun Rachmadi di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Dinas Kesehatan bersama warga bersama-sama mengadakan gotong royong, seperti di kawasan padat penduduk di Sei Lakam, Tanjung Balai Karimun yang rawan terhadap berbagai penyakit.

Menurut dia, demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang paling rawan terjadi di musim pancaroba yang disebabkan pertumbuhan jentik menjadi nyamuk dewasa terjadi pada wadah-wadah yang dapat menampung air hujan.

"Meskipun tidak hujan, wadah-wadah masih tergenang air. Inilah yang harus diwaspadai karena jentik tumbuh menjadi nyamuk dewasa pada wadah tersebut," katanya.

Seluruh petugas di Dinas Kesehatan termasuk di puskesmas-puskesmas atau posyandu diminta untuk menggiatkan aksi bersih lingkungan, sejalan dengan Program Karimun Bersih yang dicanangkan Bupati Karimun Aunur Rafiq.

"Banyak momen yang bisa dimanfaatkan dengan kegiatan bersih lingkungan. Bupati juga sudah mencanangkan Gerakan Sabtu Bersih sebagai salah satu cara untuk mewujudkan kebersihan lingkungan," tuturnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kasus DBD selama Januari 2017 tercatat sebanyak 10 kasus dengan rincian empat kasus di Tanjungbatu Kecamatan Kundur, tiga di Kecamatan Meral, dua di Kecamatan Tebing dan satu kasus di Kecamatan Karimun.

"Jauh menurun jika dibandingkan periode yang sama pada 2016 yang mencapai 104 kasus. Menurut analisa kami, kegiatan bersih lingkungan yang kita gencarkan turut membantu penurunan jumlah kasus DBD," ujarnya.

Berdasarkan catatannya, jumlah kasus DBD sepanjang 2016 sebanyak 424 orang, termasuk enam korban meninggal dunia.

Dia berharap angka penularan DBD pada tahun 2017 menurun jika warga masyarakat memiliki kesadaran untuk menggiatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Tanpa peran aktif warga untuk membersihkan rumah dan lingkungannnya, menurut Rachmadi, upaya untuk mencegah penyakit seperti DBD menjadi lebih sulit.

Selain DBD, penyakit lain yang diwaspadai selama musim pancaroba adalah penyakit malaria meski Karimun telah ditetapkan sebagai daerah eliminasi malaria.

Kemudian penyakit pilek atau flu, diare, gangguan pernafasan dan lainnya.

"Seluruh jaringan pelayanan kesehatan milik pemerintah, mulai dari Dinkes, rumah sakit, puskesmas, puskesmas pembantu atau posyandu, kita imbau untuk mendorong kesadaran masyarakat untuk peduli kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih, masyarakat pun sehat dan bebas dari penyakit," ucap Rachmadi. (Antara)

Editor: Arie Novarina



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026