
BKIPM Minta Pemprov Kepri Bantu Ekspor Perikanan

Peningkatan ekspor ini sangat penting, karena Kepri memiliki potensi hasil perikanan yang cukup tinggi
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membantu berbagai upaya meningkatkan ekspor komoditas perikanan.
"Peningkatan ekspor saya anggap perlu, jadi saya minta pemerintah daerah juga membantu untuk kepentingan ekspor dari Kepri," kata Kepala Pusat Pengendalian Mutu Widodo Sumiyanto di Tanjungpinang.
Kehadiran pejabat Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIP) ke Kepri (15/3) tersebut adalah untuk meyakinkan daerah bahwa pemerintah pusat membantu daerah meningkatkan ekspor perikanan.
"Peningkatan ekspor ini sangat penting, karena Kepri memiliki potensi hasil perikanan yang cukup tinggi," ujarnya seusai Sosialisasi Sistem Sertifikasi Kesehatan Produk Perikanan di Asrama Haji Tanjungpinang.
Widodo mengatakan, kendala ekspor dari Kepri, antara lain rumitnya pergerakan antarpulau, dan terbatasnya infrastruktur.
Kondisi tersebut disinyalir membuat Kepri hanya mampu menyuplai ekspor perikanan sebesar 2 persen dari total persentase seluruh Indonesia, dan hanya memiliki 52 eksportir ke Malaysia dan Singapura.
"Harapan kami, Kepri dapat mengekspor ke pasar Eropa dan Amerika, ini yang harus jadi perhatian pemerintah daerah terutama dalam hal kelengkapan syarat ekspor," katanya.
Widodo sangat mengharapkan persyaratan ekspor di Kepri tidak lagi ada kendala lagi.
Ia berpendapat, pemecahan permasalahan dapat digiring ke tujuan meningkatkan mutu supaya ekspor Kepri mampu menembus pasar luar negeri yang lebih luas.
"Kami tak ingin ekspor Kepri menjadi kegiatan ilegal. Sehingga hal ini harus diluruskan bersama," ucapnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Saud MC Kashmir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
