Logo Header Antaranews Kepri

Puluhan Kios Pasar Aviari Batam Terbakar

Senin, 20 Maret 2017 18:09 WIB
Image Print
Pemilik-pemilik tidak sempat menyelamatkan barang-barang dalam kios. Karena apinya cepat sekali merambat. Sebagian juga tidak berada di lokasi, karena masih pagi banget

Batam (Antara Kepri) - Puluhan kios di pasar barang bekas Aviari Batuaji Kota Batam, Senin pagi terbakar diduga akibat sambaran petir yang terjadi sekitar pukul 05.45 WIB.

"Beberapa saat sebelum keluar asap dan api memang ada petir. Sepertinya salah satu kios perbaikan televisi tersambar sehingga terjadi arus pendek dan terbakar," kata seorang warga, Dirman di lokasi, Senin pagi.

Kejadian tersebut sempat membuat kepanikan karena api dengan cepat membesar dan merambat ke kios-kos lain sehingga yang berdekatan juga ikut terbakar.

"Pemilik-pemilik tidak sempat menyelamatkan barang-barang dalam kios. Karena apinya cepat sekali merambat. Sebagian juga tidak berada di lokasi, karena masih pagi banget," kata dia.

Rizal, saksi mata lain mengatakan selain kios televisi bekas, juga ada kios pakaian bekas dan perabotan-perabotan lain sehingga membuat api cepat menyebar dan membesar.

"Sejumlah mobil pemadam sempat berupaya memadamkan api. Untung segera turun hujan, sehingga api bisa padam," kata dia.

Atas kejadian tersebut, sekitar 20 kios habis terbakar, sementara beberapa kios lain sempat tersambar api namun tidak sampai habis. Belum diketahui taksiran kerugian akibat kejadian tersebut.

Kios yang terbakar rata-rata terletak di pinggir jalan. Saat kejadian hampir semua pemilik kios pada bagian tengah sibuk menyelamatkan barang dagangan mereka.

Saat ini, kios-kios lain sudah mulai buka dan berjualan seperti biasa. Operasional pasar barang bekas terbesar di Batam tersebut masih normal.

Pasar barang bekas Aviari Batam merupakan pasar berbagai barang terbesar di Kota Batam. Barang-barang bermerek banyak dijual ditempat tersebut. Pembeli bukan hanya dari Batam, namun juga dari berbagai daerah lain di Indonesia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026