Logo Header Antaranews Kepri

DPRD Kepri Pertimbangkan Keluar dari DK

Rabu, 19 April 2017 00:22 WIB
Image Print
Kami sudah 'capek'. Khawatir, kami terus datang saja setiap pertemuan, 'enggak' ada apa-apanya

Batam (Antara Kepri) - DPRD Provinsi Kepulauan Riau mempertimbangkan untuk keluar dari keanggotaan Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam yang diketuai oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"DPRD akan mengundurkan diri dari Dewan Kawasan," kata Ketua Komisi I DPRD Kepri, Sukhri Fahrial di Batam, Kepri, Selasa.

Pertimbangan untuk mengundurkan diri dari keanggotaan Dewan Kawasan itu sudah dibahas oleh Ketua DPRD Jumaga Nadeak dan anggota legislatif provinsi itu.

Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam merupakan badan bentukan pemerintah untuk mengurai berbagai masalah di kawasan itu, sekaligus mencari solusi terbaik. Dewan itu beranggotakan sejumlah menteri di bawah Kemenko Bidang Perekonomian, Gubernur Kepri, DPRD Kepri, dan Wali Kota Batam.

DPRD menilai, selama ini perwakilan legislatif daerah di Dewan Kawasan tidak memiliki peranan, dan selama Dewan Kawasan dibentuk, belum ada terobosan yang bisa menyegarkan perekonomian di Batam.

"Pertemuan sekian kali, bosan kami. Eksekusinya tidak ada," kata dia.

Di tempat yang sama, Gubernur Nurdin Basirun menyatakan tidak akan ke luar dari keanggotaan Dewan Kawasan, karena merupakan bagian dari pemerintah.

"Saya orang pemerintah, tidak boleh ke luar," kata Gubernur Nurdin.

Sebagai Gubernur, ia mengatakan akan mengikuti apa pun keputusan pemerintah pusat.

Ia berharap segala masalah yang membelit Batam, termasuk soal sengketa kewenangan dan lahan antara Pemkot Batam dengan Badan Pengusahaan Kawasan Batam bisa segera diselesaikan.

"Kami sudah 'capek'. Khawatir, kami terus datang saja setiap pertemuan, 'enggak' ada apa-apanya," kata Gubernur.

Senada dengan Gubernur, Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga berharap kesungguhan pemerintah pusat untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Batam, demi mengembalikan kejayaan Batam, sebagai kawasan ekonomi bersaing di Asia Pasifik. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026