
Desa Tebias Karimun Nyaris Terisolasi

Dari tahun 2012 sejak desa ini pemekaran kami sudah ajukan ke Musrenbang, tapi sampai sekarang tidak terealisasi
Karimun (Antara Kepri) - Desa Tebias di Kecamatan Belat Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, nyaris terisolasi akibat jembatan menuju Sei Asam yang merupakan satu-satunya penghubung darat desa tersebut, belum dibangun.
"Sampai sekarang belum dibangun, padahal jembatan ini menjadi jembatan satu-satunya yang menghubungkan kedua desa di sini," kata warga Desa Tebias, Zubir di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Zubir mengatakan, beberapa perangkat desa beserta warga lainnya telah mengusulkan jembatan tersebut agar menjadi prioritas dalam musyawarah pembangunan tingkat desa yang selanjutnya diajukan ke tingkat kecamatan untuk diusung ke tingkat kabupaten.
"Dari tahun 2012 sejak desa ini pemekaran kami sudah ajukan ke Musrenbang, tapi sampai sekarang tidak terealisasi," katanya.
Rusaknya jembatan itu membuat warga dan perangkat desa kesulitan untuk memberikan pelayanan kepada warga setempat, terlebih saat mengurus sesuatu yang harus melalui petugas kecamatan.
"Kalau ada jembatan tersebut, bisa dilalui menggunakan motor lebih cepat. Sekarang kalau mau 'ngurus, harus melalui jalur laut lah," katanya.
Selain jembatan penghubung, keterisolasian desa ini semakin terasa karena minimnya fasilitas umum, bahkan beberapa tempat fasilitas umum yang semestinya menjadi infrastruktur pendukung di pemerintahan desa pun tak didapati di desa tersebut.
"Kantor kepala desanya saja menyewa rumah orang," katanya.
Kondisi desa ini pun diperparah lagi dengan fasilitas umum lainnya yang tak terawat, beberapa sarana umum lainnya seperti lapangan bola kaki atau tempat berkumpulnya warga setempat untuk bermusyawarah pun sudah dipenuhi dengan rerumputan hijau.
Aliran listrik yang tak sampai dinikmati warga selama 24 jam pun memperlengkap keluhan warga setempat, sebanyak 259 kepala keluarga harus menikmati malam tanpa penerangan listrik sebagaimana mestinya.
"Di sini (listrik) hidup cuma dari pukul 5 sore sampai 11 malam saja," katanya.
Menanggapi keluhan warga Desa Tebias Kecamatan Belat, Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim menepis dengan tegas jika desa tersebut nyaris terisolir karena kurang pedulinya pemerintah daerah.
"Tidak. Saya kira tidak, kaerna Desa Tebias ini adalah kecamatan yang baru dimekarkan. Saya kira dengan kondisi anggaran kita yang terbatas, ya, dibagi-bagi," kata Anwar Hasyim.
Pihaknya akan membangun infrastruktur berupa jalan dan fasilitas lainnya. Pembangunan konektivitas antarpulau di Karimun , katanya, juga akan dirasakan oleh desa yang baru dimekarkan ini.
"Nanti konektivitas lewat sini, dari Ungar terus ke Belat," katanya.
Namun, untuk mewujudkan itu semua menurutnya masyarakat harus menunggu lebih lama lagi, mengingat keuangan daerah yang mengalami defisit berkepanjangan.
"Yang kedua, kami juga tidak ingin asal-asalan membangun," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Nursali
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
