Logo Header Antaranews Kepri

PT GWS Diduga Serobot Tanah Warga

Jumat, 7 Juli 2017 16:30 WIB
Image Print
Pihak perusahaan yang akan membangun resort itu mengklaim tanah orang tua kami. Saya tidak terima

Tanjungpinang (Antara Kepri) - PT GWS yang berencana membangun sebuah resort di Pantai Trikora 4, Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan, Kepri, diduga menyerobot tanah milik warga, H. Dahnoer Yoesoef seluas 50 hektare.

"Pihak perusahaan yang akan membangun resort itu mengklaim tanah orang tua kami. Saya tidak terima, kata Gatot Agus Prabowo kepada sejumlah media, di Tanjungpinang, Kamis (6/7).

Gatot menyebut, sesuai dengan berita acara pemeriksaan lapangan yang dikeluarkan Kantor Pertanahan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri Nomor :07/BAP/II/2013 pada 1 Februari 2013 atas nama pemilik tanah H Dahnoer Yoesoef. "Itu orang tua kami," tegasnya.

Gatot mengatakan tanah keluarganya itu seluas 80 ha, dan PT GWS mengklaim memiliki lahan seluas 50 ha.

Ia menyebut PT GWS hanya memiliki luas tanah dengan izin prinsip dari BPN Bintan seluas 6.000 meter persegi.

Kepemilikan tanah seluas 80 ha tersebut milik keluarganya itu, dikatakan Gatot mengantongi 47 sertifikat tanah sejak tahun 1987 hingga 2003 yang dibeli secara bertahap dari masyarakat setempat.

"Kamit tidak terima. Kami akan menempuh jalur hukum melalui kuasa hukum keluarga atas pengklaiman tanah itu, tegas Gatot.

Sebelumnya pihak keluarga H. Dahnoer Yoesoef sempat memasang plang kepemilikan tanah tersebut beberapa kali namun dirubuhkan oleh oknum tak dikenal.

Sudah tiga kali plang tanda kepemilikan tanah keluarga saya diroboh orang, tak tahu siapa yang melakukan itu, katanya.

Sekadar informasi, PT GWS pada Jumat (7/7) akan mengadakan peletakan batu pertama atau "groundbreaking ceremony" pembangunan resort, hotel berbintang 4. Resort tersebut dibangun di atas laut dan merupakan yang pertama di Indonesia.

Pihak PT GWS melalui Bagian Bisnis dan Development, Valetha saat dikonfirmasi membenarkan adanya peletakan batu pertama pembangunan resort tersebut pada Jumat. Perusahaan itu mengundang sejumlah tamu kehormatan negara dan pejabat daerah.

"Benar, besok acaranya. Masalah klaim tanah saya tidak mengetahuinya, katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026