Logo Header Antaranews Kepri

Golkar Unggulkan Angga dalam Pilkada Tanjungpinang

Minggu, 16 Juli 2017 23:43 WIB
Image Print
Memang harus kerja keras untuk memenangkan Pilkada ini. Kami yakin sosok Ade Angga disenangi masyarakat

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Partai Golkar mengunggulkan Ade Angga sebagai kandidat calon wali kota atau calon wakil wali kota pada Pilkada Tanjungpinang tahun 2018, setelah mempelajari hasil survei yang dilakukan Indo Barometer.

Sekretaris DPD Partai Golkar Tanjungpinang Untung, Budiawan, di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu, mengatakan Ade Angga berpeluang dicalonkan sebagai wali kota atau wakil wali kota.

"Setelah kami melihat hasil survei, peluang Ade Angga cukup besar pada Pilkada Tanjungpinang. Namun belum dapat diputuskan apakah sebagai calon wali kota atau wakil wali kota, tergantung kondisi politik," katanya.

Ia mengakui, tingkat popularitas Ade Angga memang belum sebanding dengan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan juga Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul. Namun kondisi tersebut diyakini berubah menjelang Pilkada, setelah Ade Angga dan mesin politik Partai Golkar Tanjungpinang bekerja keras.

"Memang harus kerja keras untuk memenangkan Pilkada ini. Kami yakin sosok Ade Angga disenangi masyarakat," ujarnya.

Berdasarkan survei Indo Barometer, pasangan Lis-Syahrul tidak terbantahkan memenangi Pilkada, jika kembali berpasangan.

Namun jika calon petahana itu tidak berpasangan kembali, maka Ade Angga dapat memperkuat Lis maupun Syahrul dalam Pilkada.

Masih berdasarkan survei, bila Lis bertarung dengan Syahrul, maka Syahrul lebih unggul, meski Lis lebih populer.

"Lis-Ade Angga cukup kuat, Syahrul-Ade Angga pun kuat," ujarnya.

Secara pribadi, Untung menginginkan Angga mencalonkan diri dan diusung oleh Golkar.

"Harus majulah (Ade Angga). Suara dan dukungan masyarakat kepadanya cukup bagus," katanya.

Untung mengemukakan, Partai Golkar harus berkoalisi dengan partai lainnya untuk mengusung kader internal atau pun kader eksternal pada Pilkada, megingat partai itu hanya memperoleh empat kursi pada Pemilu 2014.

Golkar belum memutuskan akan berkoalisi dengan apa, karena hingga sekarang masih dibangun komunikasi politik dengan sejumlah pengurus partai.

"Minimal kami harus berkoalisi dengan partai-partai yang memiliki dua kursi, sebagai persyaratan mengusung kandidat," ucapnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026