
Polda Kepri Periksa 33 Saksi Kerusuhan Anambas

Kami juga sudah menyita barang bukti yang ada berupa alat berat dan dokumen-dokumen
Batam (Antara Kepri) - Polda Kepulauan Riau memeriksa 33 orang saksi dalam kasus perusakan alat berat milik PT Kartika Jemaja Jaya (KJJ) yang disertai penganiayaan kepada karyawan di Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas pada akhir Juni 2017.
"Sudah 33 orang kami periksa atas kasus tersebut. Ada dari masyarakat, pihak dari PT KJJ, dan birokrasi," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Lutfi Martadian di Batam, Selasa.
Penyidik, kata dia, sudah melakukan gelar perkara atas pemeriksaan saksi, namun hingga kini belum ada penetapan tersangka.
"Kami juga sudah menyita barang bukti yang ada berupa alat berat dan dokumen-dokumen," kata dia.
Ia mengatakan, penyidik akan merangkum dan menganalisa pihak yang harus bertanggungjawab dan menjadi tersangka kasus tersebut.
"Kami masih terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Natuna untuk pemberkasan kasus tersebut," kata dia.
Meski Anambas sudah menjadi kabupaten sendiri dan terpisah dari Natuna, namun hingga kini belum berdiri kantor Kejaksaan sendiri.
Sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat Cerdik Pandai Pemuda Melayu (Cindai) menuding PT Kartika Jemaja Jaya menebang hutan di atas lahan 200 hektare di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Ketua Cerdik Pandai Pemuda Melayu (CINDAI) Edi Susanto mengatakan aktivitas penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu hasil hutan di Jemaja itu berlangsung sejak 1998.
"Izin yang diberikan kepada PT KJJ itu untuk perkebunan kakao. Setelah lahan dibuka, pohon-pohon ditebang, sampai sekarang tidak ada satu batang tanaman kakao," katanya yang juga putra kelahiran Anambas.
Kecurigaan warga terbukti setelah ditemukan banyak batang kayu hasil olahan di kawasan yang dikelola PT KJJ. Pada 2000 warga membakar kayu hasil hutan tersebut.
Beberapa tahun kemudian, warga melakukan hal yang sama hingga berurusan dengan aparat penegak hukum.
"Tidak ada investasi kakao, faktanya mereka melakukan kegiatan penebangan pohon. Kayu-kayu berkualitas baik itu dijual ke Malaysia," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
