
BPB akan Bangun Smelter Bauksit di Karimun

Perusahaan itu, nantinya akan membutuhkan tenaga kerja sekitar 4.000 sampai 5.000 orang. Ini tentu sangat membantu pemerintah daerah dalam membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal
Karimun (Antara Kepri) - PT Berkah Pulau Bintan (BPB) akan membangun smelter untuk pengolahan bijih bauksit di Selat Beliah, Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
"Nilai investasinya sekitar Rp16 triliun atau sekitar 1,2 dolar Amerika. Nanti, bauksit dari daerah lain seperti dari Dabo hingga Kalimantan akan diolah di smelter itu," kata Bupati Karimun Aunur Rafiq di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
PT BPB membangun Smelter Alumina and Refinery Ingot Alluminium (kilang ingot aluminium) dalam waktu empat hingga lima tahun. Perusahaan itu, saat ini masih dalam tahap pengurusan perizinan.
Aunur Rafiq mengatakan kehadiran smelter bauksit yang dibangun PT BPB sangat berpengaruh positif bagi dunia investasi dan ketenagakerjaan di daerah setempat.
"Perusahaan itu, nantinya akan membutuhkan tenaga kerja sekitar 4.000 sampai 5.000 orang. Ini tentu sangat membantu pemerintah daerah dalam membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal," kata dia.
Bupati mengatakan pembangunan smelter bauksit itu akan memberikan efek ganda bagi perekonomian daerah, di samping turut mendorong peningkatan potensi pendapatan asli daerah (PAD).
Kehadiran smelter itu, menurut dia, diharapkan dapat membuka sektor pertambangan bauksit yang sempat ditutup karena tidak ada smelter, sesuai dengan Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 1 tahun 2014 tentang Pelarangan Ekspor Bahan Mentah.
Pembangunan smelter bauksit itu terdiri atas tiga tahap, pertama tahap perizinan, persiapan dan tahap pelaksanaan atau produksi.
Sebelumnya, Direktur Utama PT BPB Susanto menjelaskan rencana pembangunan smelter itu dilatarbelakangi kondisi industri pertambangan yang merosot sejak adanya larangan ekspor tambang dalam bentuk bahan mentah.
"Banyak perusahaan tambang yang rugi dan tutup dengan adanya pelarangan itu. Makanya, kami berinvestasi di bidang smelter tempat pengolahan bahan mentah," kata Susanto.
Dia mengatakan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2017 tentang Pembangunan Smelter atau Refinery, maka perusahaannya memutuskan untuk membangun smelter di Karimun.
"PT BPB telah mengantongi izin usaha pertamabngan operasi produksi khusus, untuk pengolahan dan penjernihan mineral logam komoditas bauksit dari BKPM," kata dia. (Antara)
Editor: Santoso
Pewarta : Rusdianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
