
Bupati Karimun Harapkan FPK Bangun Komunikasi Antarsuku

Dalam FPK terdapat perwakilan suku, agama, ras dan golongan. Forum ini diharapkan menjadi sarana berkomunikasi dalam memelihara suasana rukun, damai yang telah terjalin selama ini
Karimun (Antara Kepri) - Bupati Karimun, Kepulauan Riau, Aunur Rafiq mengharapkan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) mampu membangun komunikasi antarsuku, agama, ras, dan golongan demi terjalinnya kehidupan masyarakat yang rukun, aman dan damai.
"Dalam FPK terdapat perwakilan suku, agama, ras dan golongan. Forum ini diharapkan menjadi sarana berkomunikasi dalam memelihara suasana rukun, damai yang telah terjalin selama ini," kata dia dalam pengukuhan FPK Kabupaten Karimun periode 2017-2021 di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Aunur Rafiq mengharapkan FPK menjadi motor dalam mengatasi berbagai persoalan di tengah masyarakat Karimun yang berbilang suku, agama, ras dan golongan.
Bupati menyebutkan Karimun merupakan miniatur Indonesia, dengan hampir semua suku, agama, ras, dan golongan hidup berdampingan sejak lama, penuh kerukunan dan tenggang rasa.
Pada era globalisasi dan informasi, kata dia, kebinekaan masyarakat merupakan sebuah tantangan untuk tetap satu dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengingat begitu derasnya informasi yang masuk melalui internet, dan media sosial.
Dia menuturkan, maraknya berita bohong atau "hoax" patut dicermati oleh semua. Berita bohong bisa memecah belah persatuan.
Peran FPK, dinilainya tidak kecil, karena FPK merupakan bagian dari pembinaan dan pembangunan kemasyarakat dalam menciptakan keamanan suku-suku.
"Untuk itu, kita semua harus menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan," ujarnya.
Adapun kepengurusan FPK yang dilantik Bupati Aunur Rafiq berjumlah sebanyak 35 orang, dan dirinya bertindak sebagai Dewan Pembina bersama Wakil Bupati Anwar Hasyim.
Ketua FPK Karimun yang dikukuhkan adalah Abu Samah, Wakil Ketua Sarjan Rusli, Sekretaris Edison Saragih, dan Wakil Sekretaris Djunaidi.
Menurut Ketua FPK Karimun Abu Samah, acara pengukuhan itu juga disejalankan dengan rapat koordinasi yang diikuti 50 peserta, terdiri atas tokoh suku, ras, budaya, adat istiadat, tokoh masyarakat dan pemuda.
"Rakor ini bertujuan untuk menyusun program sekaligus menyatukan pemahaman dan persepsi bagaimana FPK bisa berperan sebagai pemersatu masyarakat yang beraneka ragam suku. FPK ingin ketenteraman dan kerukuan yang terjalin selama ini, terus dipelihara," kata dia.
Di FPK Karimun, jelas dia, terdapat 24 suku, dengan suku terkecil Suku Nias, dan terbesar suku Melayu.
Hadir dalam acara pengukuhan itu Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), antara lain, Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin, Dandim 0317/Karimun Letkol Inf I Gusti Ketut Artasuyasa dan Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Totok Irianto. (Antara)
Editor: A Jo Seng Bie
Pewarta : Rusdianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
